Belajar Sejarah lewat Eksplorasi dan Konten Digital

  • 27 Agt 2026 11:57 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri — Belajar sejarah tidak harus selalu dilakukan dengan menghafalkan nama tokoh, tanggal, dan peristiwa. Generasi muda dapat mengenal sejarah melalui diskusi, penelitian, kunjungan ke lokasi bersejarah, hingga membuat konten digital yang mengangkat kisah perjuangan tokoh di lingkungan sekitar.

Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Gusti Garnis, atau Garnis, mengatakan bahwa pendekatan tersebut penting agar generasi muda memiliki kedekatan dengan sejarah. Menurutnya, masyarakat akan lebih mudah merasa memiliki sejarah ketika narasi yang dipelajari tidak hanya berbicara tentang tokoh-tokoh besar tingkat nasional, tetapi juga mengenai tokoh yang memiliki hubungan langsung dengan daerah dan lingkungan mereka.

Garnis mengatakan, selama ini narasi sejarah nasional masih lebih dominan dibandingkan sejarah lokal dalam pembelajaran. Akibatnya, identitas pahlawan yang dikenal generasi muda sering kali terbatas pada tokoh yang terdapat dalam buku pelajaran. "Padahal, terdapat banyak tokoh lokal yang memiliki kontribusi penting bagi masyarakat di daerahnya," katanya.

Dalam konteks pahlawan nasional, Garnis menjelaskan bahwa pemberian gelar tersebut memiliki sejumlah persyaratan. Di antaranya, tokoh harus merupakan warga negara Indonesia yang berjuang di wilayah NKRI, memiliki moral dan keteladanan, serta memenuhi syarat khusus seperti pernah memimpin dan melakukan perjuangan, tidak pernah menyerah, dan melakukan pengabdian.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembahasan mengenai sejarah perjuangan tidak harus selalu berujung pada status gelar pahlawan nasional. Tokoh lokal juga dapat menjadi bagian penting dari narasi sejarah karena kontribusinya terhadap masyarakat. Hal inilah yang menurutnya perlu lebih banyak dikenalkan kepada generasi muda.

Salah satu caranya adalah memanfaatkan perkembangan teknologi. Sejarah dapat dikemas melalui tulisan, video, maupun konten digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Namun, Garnis mengingatkan agar kemudahan membuat konten tidak mengorbankan kredibilitas informasi sejarah.

Untuk memastikan sebuah cerita sejarah tetap dapat dipertanggungjawabkan, diperlukan proses penelusuran dari berbagai sumber. Informasi sebaiknya tidak hanya diambil dari satu sumber, tetapi dikembangkan melalui eksplorasi, penelusuran arsip, perbandingan informasi, dan interpretasi. Setelah itu, berbagai temuan dapat digabungkan menjadi sebuah narasi sejarah yang memiliki dasar argumentasi yang kuat.

Di sekolah, pendekatan tersebut dapat diterapkan dengan mengajak siswa mengangkat kisah perjuangan tokoh lokal di sekitar mereka. Siswa dapat melakukan kunjungan, mencari informasi, berdiskusi, kemudian membuat tugas berupa tulisan atau video singkat. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut melakukan proses menemukan dan menyusun cerita sejarah.

Garnis mencontohkan bahwa sejarah nasional dan lokal sebenarnya memiliki hubungan yang erat. Perjuangan tokoh nasional seperti Pangeran Diponegoro, misalnya, tidak dapat dilepaskan dari jaringan masyarakat di berbagai daerah, termasuk hubungan dengan tokoh-tokoh lokal dan lingkungan pesantren yang mendukung perjuangannya.

Karena itu, menurut Garnis, pembelajaran sejarah perlu diarahkan agar generasi muda tidak sekadar mengetahui siapa tokohnya, tetapi juga memahami mengapa tokoh tersebut penting dan nilai apa yang dapat diteladani. Dengan pendekatan yang lebih dekat, interaktif, dan berbasis eksplorasi, sejarah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pelajaran yang hanya menuntut hafalan.

Pada akhirnya, nilai kepahlawanan juga tidak harus selalu diwujudkan dalam tindakan besar. Generasi muda dapat mengambil semangat perjuangan melalui langkah-langkah kecil yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Dengan begitu, belajar sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi cara untuk membangun sikap dan tindakan positif di masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....