Kota Kediri Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026
- 12 Agt 2026 20:28 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kota Kediri mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara month to month (mtm) pada Juli 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan deflasi Jawa Timur yang mencapai 0,26 persen, namun berada pada level yang sama dengan deflasi nasional sebesar 0,14 persen.
Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, mengatakan penghitungan inflasi dan deflasi dilakukan berdasarkan pemantauan terhadap sekitar 360 komoditas. Komoditas tersebut diamati dengan frekuensi berbeda, mulai dari mingguan, dua mingguan hingga bulanan.
“Kami mengamati hampir sekitar 360-an komoditas, yang kami amati secara mingguan, dua mingguan, dan mungkin ada juga yang bulanan,” ujar Emil kepada RRI, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Emil, sejumlah perubahan harga komoditas terjadi sepanjang Juli 2026. Salah satunya berasal dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Harga Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami perubahan pada bulan tersebut.
“Pertamax Turbo itu dari 20.750 menjadi 19.300. Kemudian Dexlite, dari 23.600 turun menjadi 19.700, dan yang terakhir Pertamax Dex dari 24.800 menjadi 21.150,” katanya. Penurunan harga sejumlah BBM tersebut turut memengaruhi perkembangan harga pada kelompok transportasi.
Di sisi komoditas pangan, sejumlah bahan kebutuhan masyarakat juga mengalami perubahan harga. Bawang putih tercatat mengalami kenaikan yang salah satunya dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah, mengingat sebagian besar kebutuhan bawang putih Indonesia masih dipenuhi melalui impor. Sementara itu, harga bawang merah mengalami penurunan cukup signifikan.
Penurunan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras, tomat, dan daging ayam ras. Berdasarkan pemantauan BPS Kota Kediri, cabai rawit mengalami deflasi 20,8 persen, bawang merah 22,06 persen, dan cabai merah 29,98 persen.
“Bawang merah mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Kemudian untuk daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah, itu juga mengalami penurunan harga,” kata Emil.
Di sisi lain, harga daging sapi mengalami kenaikan. Harga beras juga meningkat meski tipis, yang menurut BPS antara lain dipengaruhi kenaikan harga kemasan beras.
Memasuki tahun ajaran baru pada Juli, kelompok pendidikan turut mengalami kenaikan harga. Kenaikan tersebut terutama terjadi pada tarif pendidikan tingkat menengah, sementara penyesuaian pada jenjang pendidikan lainnya dapat berlangsung pada bulan berikutnya.
Secara kumulatif, inflasi Kota Kediri sepanjang tahun kalender 2026 mencapai 1,13 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 1,48 persen dan nasional sebesar 1,65 persen. Sementara secara year on year (yoy), inflasi Kota Kediri tercatat 2,64 persen, juga lebih rendah dibandingkan Jawa Timur 2,87 persen dan nasional 2,88 persen.
Emil menambahkan, secara bulanan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu kelompok yang menahan laju inflasi melalui penurunan harga sejumlah komoditas pangan. Sementara kelompok transportasi menjadi salah satu penahan deflasi dengan inflasi 0,66 persen dan andil 0,08 persen. “Kalau secara umum, deflasi Kota Kediri pada Juli 2026 sebesar 0,14 persen. Sementara secara tahun kalender inflasinya 1,13 persen dan secara tahun ke tahun sebesar 2,64 persen,” tutur Emil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....