Ratusan Pelajar dan Anak Yatim di Kediri Terima Bantuan Pendidikan

  • 20 Sep 2026 15:05 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sebanyak 400 pelajar dari keluarga kurang mampu di Kota Kediri mendapat bantuan pendidikan masing-masing Rp200.000.

Bantuan yang disalurkan melalui kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Kediri dan Baznas tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengatakan penerima bantuan merupakan pelajar yatim dan piatu yang tersebar pada sejumlah jenjang pendidikan. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pendidikan yang harus ditanggung para siswa.

"Jumlah penerima lebih dari 400 anak, mulai PAUD, TK, SD, sampai SMP. Masing-masing menerima Rp200.000. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu kebutuhan mereka," ujar Mandung, Minggu, 20 September 2026.

Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan belajar siswa sesuai dengan kondisi masing-masing. Dukungan finansial dinilai penting bagi pelajar dari keluarga kurang mampu agar kebutuhan pendidikan tidak menjadi hambatan dalam mengikuti pembelajaran.

Selain membantu kebutuhan pendidikan, penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari upaya memperluas kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan sosial. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat diarahkan agar bantuan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri. Menurutnya dukungan terhadap pelajar perlu diarahkan pada upaya mempersiapkan generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

"Anak-anak perlu mendapatkan asupan ilmu dan dipersiapkan agar kelak menjadi generasi yang dapat membanggakan orang tua dan Kota Kediri serta memberi manfaat bagi masyarakat, nusa bangsa, dan agama," ujarnya.

Qowimuddin menekankan, proses tersebut membutuhkan ikhtiar yang harus dilakukan secara konsisten, baik melalui pendidikan maupun dukungan dari lingkungan sekitar. Menurutnya, hasil pendidikan tidak dapat dicapai secara instan sehingga diperlukan usaha dan pendampingan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....