Wali Kota Kediri Tinjau Perbaikan Rumah Penerima BTT 2026
- 31 Jul 2026 13:26 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau langsung proses awal perbaikan rumah warga penerima bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun 2026, pada Kamis, 30 Juli 2026, di dua lokasi, yakni rumah milik Rahmad Muslimin di Kelurahan Singonegaran dan Sukirin di Kelurahan Mrican.
Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya rehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Vinanda melihat secara langsung kondisi rumah yang akan diperbaiki sekaligus berdialog dengan para penerima bantuan.
Program rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kediri untuk mempercepat pemulihan rumah warga terdampak bencana agar kembali layak dihuni.
Rumah milik Rahmad Muslimin memperoleh bantuan senilai Rp58.000.000 yang bersumber dari anggaran BTT Pemerintah Kota Kediri melalui BPPKAD. Bantuan tersebut digunakan untuk perbaikan menyeluruh karena bangunan mengalami kerusakan cukup berat.
Sementara itu, rumah milik Sukirin mendapatkan bantuan sebesar Rp24.000.000 dengan jenis rehabilitasi yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakannya.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri, Komunitas Suket Teki, kelompok swadaya masyarakat, serta warga sekitar. Sejak hari pertama pelaksanaan, para relawan telah bergotong royong membantu memindahkan barang-barang dari rumah penerima bantuan sebagai persiapan proses renovasi.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan bantuan BTT diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga kategori desil satu yang rumahnya terdampak bencana.
"Hari ini kami bersama anggota DPRD meninjau sekaligus menyerahkan bantuan BTT kepada masyarakat yang membutuhkan. Dua rumah yang kami datangi berada di Kelurahan Singonegaran dan Kelurahan Mrican. Keduanya mengalami kerusakan cukup berat akibat gempa bumi, sehingga bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memiliki tempat tinggal yang kembali layak dan aman," ujar Vinanda.
Ia menjelaskan, program perbaikan rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang layak huni dinilai akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
Menurut Vinanda, keberhasilan program tersebut juga bergantung pada semangat kolaborasi berbagai pihak. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Kediri melibatkan organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat yang memiliki keahlian di bidang konstruksi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
"Kami juga berpesan kepada seluruh pengawas maupun pelaksana agar kualitas pembangunan benar-benar dijaga. Bantuan dari pemerintah harus menghasilkan rumah yang kokoh, aman, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi para penerimanya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Kediri, Anang Kurniawan, menjelaskan bahwa anggaran BTT digunakan untuk menangani kondisi yang bersifat darurat, termasuk rehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Pada tahap awal tahun 2026, terdapat empat rumah yang menerima bantuan, masing-masing berada di Kelurahan Singonegaran, Mrican, Burengan, dan Banaran.
Ia menyebutkan, besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan, luas rumah, serta kebutuhan rehabilitasi di lapangan. Dana disalurkan langsung kepada penerima manfaat, sedangkan proses pembangunan dilaksanakan melalui kelompok swadaya masyarakat dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan pembelian material dari toko bangunan di sekitar wilayah penerima.
"Kami melakukan pendampingan sejak tahap pengusulan hingga evaluasi. Pengawasan difokuskan pada kualitas konstruksi sekaligus memastikan renovasi dilakukan secara menyeluruh agar rumah yang diperbaiki benar-benar kembali layak dihuni," ucap Anang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....