Duta GenRe Kota Kediri Didorong Jadi Agen Perubahan di Sekolah

  • 29 Sep 2026 16:22 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Kediri didorong menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan memperkuat peran sebagai pendidik dan konselor sebaya. Mereka diharapkan mampu membantu remaja mendapatkan informasi yang tepat sekaligus menjadi ruang awal untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir, mengatakan Duta GenRe memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada remaja. Selain menjadi teladan, mereka juga dapat menyampaikan informasi mengenai perencanaan kehidupan dan berbagai isu yang berkaitan dengan remaja.

Fajri menjelaskan, pendekatan melalui teman sebaya dinilai penting karena remaja cenderung lebih terbuka ketika membicarakan persoalan dengan orang yang berada dalam lingkungan dan kelompok usia yang sama. Karena itu, Duta GenRe juga dilibatkan dalam kegiatan edukasi ke sejumlah sekolah dengan pendampingan dari DP3AP2KB.

“Duta GenRe sangat membantu Pemerintah Kota Kediri dalam memberikan edukasi kepada remaja. Mereka secara rutin melakukan safari ke sekolah-sekolah di Kota Kediri, sedangkan DP3AP2KB bertugas mendampingi. Materi yang disampaikan kepada teman sebaya antara lain pengenalan diri, perencanaan hidup, kekerasan seksual, bahaya narkotika, serta berbagai persoalan yang dihadapi remaja,” ujarnya, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Fajri, penguatan kapasitas diperlukan agar para Duta GenRe semakin percaya diri ketika berkomunikasi dengan remaja lainnya. Dengan kemampuan tersebut, mereka diharapkan dapat mengambil peran lebih besar sebagai penggerak perubahan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Konselor BKKBN, Putri, mengatakan Duta GenRe perlu memahami perbedaan fungsi antara Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya. Pendidik Sebaya bertugas menyampaikan informasi dan edukasi kepada remaja, sedangkan Konselor Sebaya menjadi tempat awal bagi teman yang membutuhkan ruang untuk bercerita dan berdiskusi.

“Pendidik Sebaya harus memiliki informasi yang cukup untuk kemudian disampaikan melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada remaja lainnya. Sedangkan Konselor Sebaya lebih diarahkan untuk menjadi tempat awal bagi teman sebaya yang membutuhkan ruang bercerita dan berdiskusi,” jelasnya.

Ia menegaskan, Konselor Sebaya bukan pengganti guru bimbingan konseling maupun psikolog. Perannya lebih pada memberikan ruang aman untuk mendengarkan persoalan, kemudian membantu mengarahkan teman yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Selain penguasaan materi, Duta GenRe juga perlu memiliki kemampuan mendengar secara aktif, membangun empati, berkomunikasi secara tepat, serta menjaga kerahasiaan cerita teman sebaya. Putri juga mengingatkan agar setiap informasi yang disampaikan kepada remaja dipastikan berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu Duta GenRe Kota Kediri 2024, Samuel Panji dari SMKN 1 Kota Kediri, menilai kemampuan memahami karakter dan sudut pandang audiens menjadi hal penting dalam memberikan edukasi. Menurutnya, setiap remaja memiliki latar belakang berbeda sehingga pendekatan komunikasi harus disesuaikan.

“Saya biasanya memberikan sosialisasi dalam bentuk diskusi. Saya bercerita, mereka juga bercerita, jadi terbangun komunikasi dua arah sehingga audiens tidak merasa digurui,” katanya.

Samuel berharap peran Duta GenRe ke depan dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan wilayah yang belum banyak memperoleh edukasi mengenai persoalan remaja. Ia juga mendorong adanya kolaborasi dengan daerah lain agar informasi dan edukasi bagi remaja dapat menjangkau kelompok yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....