Sekolah Rakyat Jombang Mulai MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Permanen
- 30 Jul 2026 21:40 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Sebanyak 270 peserta didik baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jombang mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi awal pemanfaatan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, setelah sebelumnya proses pembelajaran dilaksanakan di lokasi sementara.
Pembukaan MPLS dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, perwakilan pemerintah pusat, tenaga pendidik, serta para peserta didik. Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya aktivitas belajar mengajar di kompleks Sekolah Rakyat yang telah selesai dibangun.
Bupati Jombang, Warsubi, mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang. Menurutnya, kesempatan belajar yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta didik.
"Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan semangat, rajin, dan tekun untuk meraih prestasi. Jangan pernah ragu terhadap kemampuan diri sendiri, karena setiap anak memiliki potensi untuk berhasil selama mau berusaha dan tidak mudah menyerah," ujar Warsubi.
Ia juga mengingatkan bahwa peserta didik merupakan generasi penerus yang akan menghadapi tantangan perkembangan zaman. Karena itu, selain menguasai ilmu pengetahuan, mereka juga perlu membangun karakter, kedisiplinan, kejujuran, serta kemampuan beradaptasi agar mampu bersaing di masa depan.
Warsubi menambahkan, Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang lebih dahulu memiliki Sekolah Rakyat permanen. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
"Alhamdulillah Jombang mendapat kesempatan lebih awal membangun Sekolah Rakyat. Kini fasilitas permanennya telah berdiri dan siap dimanfaatkan sebagai tempat belajar yang layak bagi para peserta didik," kata Warsubi.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang, Andik Minarto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jombang telah dimulai sejak 14 Juli 2025 dengan memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung sebagai lokasi sementara.
Menurut Andik, selesainya pembangunan gedung permanen menjadi tonggak penting bagi pengembangan Sekolah Rakyat di Jombang. Ia berharap lingkungan belajar yang lebih representatif dapat mendukung proses pendidikan secara optimal.
"Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang sehingga Sekolah Rakyat kini memiliki gedung permanen. Dengan fasilitas yang tersedia, kami optimistis proses pembelajaran dapat berlangsung lebih baik dan memberikan pengalaman belajar yang nyaman bagi peserta didik," jelas Andik.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang berdiri di atas lahan seluas 6,3 hektare milik Pemerintah Kabupaten Jombang. Saat ini sekolah tersebut menampung 370 peserta didik yang terdiri atas 270 siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA, serta 100 siswa angkatan sebelumnya.
Selain pengenalan lingkungan sekolah, rangkaian MPLS juga diisi dengan berbagai penampilan siswa, seperti pasukan baris-berbaris, storytelling berbahasa Inggris, pertunjukan seni, hingga demonstrasi kungfu dan pantomim. Setelah pembukaan, Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas, laboratorium, ruang guru, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta hasil karya seni para peserta didik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....