Bupati Kediri Dorong Siswa 'Boarding School' Kejar Pendidikan Tinggi
- 23 Jul 2026 16:00 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menargetkan lulusan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pesan itu disampaikan saat Bupati Mas Dhito menyapa 100 siswa baru angkatan ke-empat tahun ajaran 2026/2027, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, pendidikan tinggi merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus mengubah masa depan para siswa. Dalam kunjungan tersebut, Mas Dhito memberikan motivasi kepada para peserta didik agar memanfaatkan kesempatan belajar di boarding school secara maksimal.
Mas Dhito menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan para siswa hingga mereka lulus. Ia berharap capaian lulusan boarding school dalam menembus perguruan tinggi tidak mengalami penurunan, bahkan terus meningkat pada setiap angkatan. "Saya tidak ingin mendengar angkatan kedua, ketiga, maupun keempat mengalami penurunan dalam penerimaan di perguruan tinggi. Kalian harus memiliki semangat karena pendidikan adalah salah satu cara untuk mengubah masa depan kalian," kata Mas Dhito.

Pada kesempatan itu, Mas Dhito juga membuka ruang dialog bersama para siswa. Berbagai pertanyaan disampaikan, salah satunya mengenai peluang memperoleh beasiswa apabila berhasil diterima di perguruan tinggi. Menanggapi hal tersebut, Mas Dhito meminta para siswa untuk lebih dahulu memusatkan perhatian pada proses belajar dan berusaha lolos ke perguruan tinggi.
Mengenai pembiayaan pendidikan, menurutnya akan menjadi tanggung jawab pemerintah bersama para donatur yang bersedia memberikan dukungan, dengan tetap memperhatikan mekanisme seleksi. "Fokus kalian sekarang adalah belajar dan diterima di perguruan tinggi. Setelah itu, persoalan beasiswa akan kami upayakan bersama pemerintah dan para donatur yang bersedia mengulurkan bantuan," ujarnya.

Kepala SMA Dharma Wanita 1 Pare, Ahmad Riziq Mubarok, mengatakan kehadiran Bupati menjadi agenda rutin setiap tahun ajaran baru. Menurutnya, motivasi yang diberikan kepala daerah penting untuk menanamkan pola pikir bahwa lulusan boarding school harus memiliki orientasi melanjutkan pendidikan, bukan berhenti setelah menyelesaikan jenjang SMA.
"Mas Bup selalu menyempatkan hadir untuk bertemu dengan setiap angkatan baru. Beliau ingin memastikan anak-anak tetap fokus mengejar cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memiliki semangat untuk terus meningkatkan kompetensi," ujar Riziq.
Riziq menjelaskan, pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah menerima 100 siswa dari total kuota normal 130 siswa. Penyesuaian jumlah tersebut dilakukan karena adanya pembagian kuota dengan Sekolah Rakyat.
Meski kuota berkurang, minat masyarakat tetap tinggi. Sebanyak 298 calon siswa mendaftar, kemudian diseleksi melalui tahapan administrasi, home visit untuk memastikan kesesuaian kondisi desil, serta bootcamp yang meliputi tes psikologi, kesehatan, literasi, numerasi, dan Focus Group Discussion (FGD). “Dari seluruh proses tersebut, akhirnya ditetapkan 100 siswa yang diterima sebagai peserta didik angkatan keempat,” jelasnya.
Menurut Riziq, pola pembinaan di boarding school tetap mengedepankan pendekatan family values dengan pendamping asrama yang berperan layaknya orang tua. Selain itu, sekolah juga menjalankan program Pathway to University untuk mempersiapkan siswa menyusun portofolio dan memetakan jalur masuk perguruan tinggi sesuai potensi masing-masing, baik melalui perguruan tinggi negeri, sekolah kedinasan, maupun perguruan tinggi keagamaan.

Setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Asrama (MPLSA) selama sekitar satu setengah bulan. Selanjutnya, sekolah menjadwalkan inagurasi, pengukuhan resmi siswa angkatan keempat pada 29 Agustus 2026 mendatang.
Salah seorang siswa baru, Ersyi Trisa Lisya Annafi, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari Boarding School SMA Dharma Wanita 1 Pare. Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi bekal untuk meningkatkan prestasi sekaligus mewujudkan cita-citanya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Saya bersyukur bisa diterima di sini karena dapat meringankan beban orang tua. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar lebih giat, meningkatkan prestasi, dan mempersiapkan diri agar bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ucap Ersyi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....