Upaya Pelestarian Budaya, Jombang Sukses Gelar Ruatan Masal Tahunan
- 19 Jul 2026 19:29 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Tradisi leluhur tanah Jawa terus dirawat dengan apik oleh masyarakat Kabupaten Jombang. Kolaborasi apik antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat dengan Paguyuban Sampurnaning Damar Panuluh baru saja sukses menyelenggarakan kegiatan ruatan masal yang dipusatkan di Dusun Bedandar, Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan wujud nyata dari upaya pelestarian tradisi budaya Jawa yang masih terus hidup dan berkembang di tengah dinamika masyarakat modern saat ini.
Kehadiran ruatan masal ini disambut dengan antusiasme tinggi. Sejak pagi, warga dari berbagai pelosok daerah telah memadati lokasi acara untuk mengikuti prosesi sakral yang telah menjadi agenda tahunan tersebut.
Sebagai puncak acara, digelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala yang dibawakan secara apik oleh Dalang Kisenodarmuaji. Pertunjukan ini menjadi magnet utama yang sekaligus memberikan nuansa magis dan khidmat bagi para hadirin.
Pertunjukan wayang kulit tersebut bukan hanya sebagai hiburan, melainkan menjadi inti dari prosesi ruatan. Hal ini dipandang oleh masyarakat sebagai simbol pembersihan diri dari segala hal buruk serta sebagai sarana doa keselamatan bagi seluruh peserta.
Pimpinan Kelompok Budaya Sampurnaning Damar Panuluh, Suparno, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah daerah atas dukungan yang terus mengalir setiap tahunnya.
"Terima kasih kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, dalam hal ini bidang budaya, yang telah memfasilitasi kami dalam penyelenggaraan kegiatan ruatan masal ini. Kami dari keluarga besar warga Sampurnaning Damar Panuluh bersyukur setiap tahun kita bisa mengagendakan kegiatan rutin tahunan ini," ujar Suparno
Suparno menambahkan bahwa kesuksesan acara ini adalah buah dari kerja keras komunitas dalam menjaga warisan nenek moyang agar tidak lekang oleh waktu. Data dari panitia menunjukkan bahwa ruatan masal tahun ini diikuti oleh 98 kepala keluarga. Selain itu, terdapat lebih dari 200 anak yang masuk dalam kategori Sukerto yang turut serta dalam prosesi tersebut
Tingginya angka partisipasi masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi ruatan masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat dan dipercaya memiliki makna penting bagi kehidupan sosial budaya mereka.
Salah satu peserta asal Desa Kauman, Ghea, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam setelah dapat mengikuti seluruh rangkaian acara ruatan masal ini.
"Ini saya ada di acara ruat dan sudah selesai. Semoga ke depannya tujuan dan cita-cita saya tercapai dengan lancar setelah mengikuti prosesi ini," ungkap Ghea dengan penuh harap.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Kebersamaan yang tercipta dalam acara tersebut menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial di masyarakat desa. Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan berbasis kebudayaan di masa depan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga.
Tradisi ruatan sendiri secara filosofis merupakan upaya untuk menolak bala atau marabahaya. Dengan mengikuti tradisi ini, masyarakat berharap mendapatkan ketenangan batin dan perlindungan dari Sang Pencipta. Selain ruatan, dalam acara tersebut juga ditampilkan pagelaran campursari yang menambah kemeriahan suasana. Perpaduan antara seni tradisional dan antusiasme warga menciptakan suasana yang hangat.
Keberhasilan pelaksanaan ruatan masal tahun ini menjadi catatan positif bagi komunitas budaya di Jombang. Hal ini menjadi modal berharga untuk menyelenggarakan acara yang lebih besar di tahun-tahun mendatang. Masyarakat pun berharap tradisi serupa tetap dijaga kelestariannya. Selain menjaga identitas budaya, kegiatan ini juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menghargai warisan leluhur.
Dengan berakhirnya prosesi ini, diharapkan segala doa dan harapan para peserta dapat terkabul. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menutup rangkaian acara dengan pesan agar semangat gotong royong dan pelestarian budaya terus dikobarkan di setiap desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....