Pasokan Menipis, Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Pare Naik

  • 13 Jul 2026 20:40 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Harga cabai rawit merah (CRM) di Pasar Induk Pare Kabupaten Kediri mengalami kenaikan, pada Senin, 13 Juli 2026
  • Kenaikan ini terjadi seiring dengan menipisnya pasokan yang masuk ke pasar induk

RRI.CO.ID, Kediri - Harga cabai rawit merah (CRM) di Pasar Induk Pare Kabupaten Kediri naik, pada Senin, 13 Juli 2026, seiring menipisnya pasokan ke pasar induk. Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia APCI Kabupaten Kediri, Suyono merinci, pasokan CRM tercatat hanya 15 ton.

"Jumlah tersebut turun 57,1 persen dari kondisi normal 35 ton," kata Suyono.

Akibat pasokan berkurang, jelas Suyono, seluruh varietas cabai rawit merah mengalami kenaikan harga. Cabai rawit BRENGOS 99 naik Rp3.000 menjadi Rp31.000 per kilogram. ASMORO 043 juga naik Rp3.000 ke level Rp30.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit PRENTOL TUMI 99 naik Rp1.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. Dan JUWITA 25 F1 naik Rp3.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

"Turunnya pasokan CRM dipengaruhi tingginya penyerapan untuk industri dan pengiriman luar daerah," katanya.

Ia menambahkan, dari catatan APCI Kabupaten Kediri sebanyak 5 ton diserap industri melalui Glower dan 1,5 ton dikirim ke Kalimantan.

"Untuk asal pasokan CRM sendiri berasal dari Kediri, Malang, dan Jawa Tengah," katanya.

Berbeda dengan CRM, harga cabai merah besar (CMB) dan cabai merah keriting (CMK) terpantau relatif stabil. Pasokan CMB tercatat 4 ton dan CMK 1 ton.

"Untuk CMB, IMOLA F1 naik Rp1.000 menjadi Rp23.000, tapi varietas SANDI 08 F1 justru turun Rp1.000 menjadi Rp21.000 per kilogram," katanya.

Untuk harga CMK, imbuhnya, varietas BOS TAVI F1 dan SIBAD 46 masih bertahan di Rp23.000 dan Rp21.000 per kilogram. Sisa pasokan cabai saat ini diprioritaskan untuk kebutuhan pasar modern dan tradisional di seluruh wilayah Jawa Timur.

Namun kondisi berbeda justru terjadi di tingkat pedagang eceran. Indah, pedagang cabai di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri menyebut harga cabai rawit hari ini justru turun.

"Kalau di pasar induk memang naik, tapi di kami pedagang eceran harga cabai rawit hari ini turun. Ini karena permintaan masyarakat mulai berkurang," kata Indah.

Indah mengemukakan, turunnya permintaan dipicu momentum anak masuk sekolah dan minimnya warga yang menggelar hajatan.

"Apalagi sekarang anak-anak masuk sekolah, terus hajatan juga sepi. Jadi pembeli cabai tidak seramai biasanya," kata Indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....