Distribusi Lancar, Harga Kebutuhan Pokok di Kediri Terpantau Stabil

  • 27 Jul 2026 16:24 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Kelancaran distribusi bahan pangan membuat harga sebagian besar kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kediri terpantau stabil hingga akhir Juli 2026. Meski beberapa komoditas hortikultura mulai mengalami kenaikan akibat pasokan yang berkurang, kondisi tersebut belum memicu gejolak harga secara menyeluruh.

Komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam masih diperdagangkan dalam kisaran harga normal. Pantauan di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, menunjukkan harga beras premium masih berada di kisaran Rp15.000–Rp15.500 per kilogram, sedangkan beras medium dijual sekitar Rp13.000 per kilogram.

Gula pasir dipasarkan Rp17.000–Rp18.000 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, dan minyak goreng kemasan premium berkisar Rp22.000–Rp23.000 per liter. Untuk komoditas protein hewani, telur ayam ras dijual sekitar Rp25.000–Rp26.000 per kilogram, sementara daging ayam ras berada pada kisaran Rp32.000–Rp33.000 per kilogram.

Kenaikan harga mulai terlihat pada komoditas hortikultura. Bawang merah kini dijual sekitar Rp37.000 per kilogram setelah sebelumnya berada di kisaran Rp33.000–Rp34.000 per kilogram.

Bawang putih naik menjadi Rp34.000–Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar dan cabai merah keriting berada di kisaran Rp32.000–Rp33.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah dipasarkan Rp36.000–Rp39.000 per kilogram.

Pedagang sembako di Pasar Pamenang Pare, Sukirman, mengatakan kondisi perdagangan masih berjalan normal karena sebagian besar kebutuhan pokok belum mengalami perubahan harga yang signifikan. Menurutnya, konsumen tetap berbelanja seperti biasa lantaran kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas hortikultura.

"Sejauh ini harga beras, minyak goreng, gula, maupun telur masih bertahan stabil. Memang ada kenaikan pada bawang dan beberapa jenis cabai, tetapi nilainya belum terlalu tinggi sehingga aktivitas belanja masyarakat tetap normal," kata Sukirman, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan harga bawang dan cabai dipengaruhi menurunnya pasokan dari daerah sentra produksi akibat faktor musim dan berkurangnya hasil panen. Berkurangnya volume pasokan membuat harga di tingkat pedagang ikut mengalami penyesuaian.

"Kalau distribusi dari petani kembali lancar dan stok bertambah, biasanya harga akan kembali turun. Jadi yang memengaruhi saat ini adalah keterbatasan pasokan, bukan karena permintaan pasar meningkat," ujarnya.

Terkait pelaksanaan kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sukirman menilai program tersebut belum berdampak terhadap harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Pasokan yang tersedia dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa mengganggu ketersediaan barang di pasaran.

"Sampai sekarang belum ada pengaruh yang berarti dari Program MBG terhadap harga sembako. Permintaan memang bertambah, tetapi stok di pasar masih mencukupi sehingga harga tetap bisa dikendalikan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....