Persiapan Munas-Konbes NU 2026 Capai 95 Persen

  • 19 Jun 2026 15:53 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 mencapai 95 persen

RRI.CO.ID, Kediri - Persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Ponpes Al Falah Ploso Mojo, Kabupaten Kediri mencapai 95 persen. Untuk mengamankan agenda penting tersebut, aspek keamanan menjadi salah satu pilar utama demi memastikan forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini berjalan dengan teduh, aman, sekaligus membawa kegembiraan bagi seluruh warga nahdliyin.

Wakil Koordinator Keamanan Munas-Konbes 2026, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil), menyatakan, persiapan teknis di lapangan sudah berjalan sangat matang. "Sampai sekarang, persiapan yang dilakukan oleh teman-teman panitia sudah cukup baik. Dalam rapat koordinasi terakhir, semua persiapan sudah mencapai 95 persen," kata Gus Nabil, yang juga sebagai Ketua Umum PP Pagar Nusa, di Kediri, Jumat, 19 Juni 2026.

Pada kesempatan itu, kekuatan internal NU akan diterjunkan secara penuh. Bahkan disebutkan Gus Nabil sekitar 400 personel dari berbagai Badan Otonom (Banom) NU bersinergi menjadi benteng pengamanan. Petugas keamanan ini berasal dari Banser (Ansor), Pasukan Inti Pagar Nusa CBP (IPNU) & KPP (IPPNU), serta Garda Fatayat.

Walau peserta datang dari seluruh penjuru Indonesia, ia mengatakan, bahwa plotting personel pengamanan ini sengaja dimaksimalkan dari kader-kader di wilayah Jawa Timur demi efektivitas pergerakan. "Sistem pengamanan pun dirancang sangat ketat namun tetap humanis melalui skema 4 Ring," katanya.

Selain pengamanan terbuka, Banom NU juga menyiapkan tim pengamanan tertutup. Hingga kini tercatat ada 16 pos pengamanan yang tersebar di wilayah Kediri.

"Nanti, semua peserta akan dibekali ID card khusus dan wajib melalui proses screening ketat sebelum memasuki area aula utama," kata Gus Nabil.

Ia mengemukakan, tantangan logistik terbesar pada acara ini adalah kondisi geografis lokasi acara di kawasan Ploso. Jalur transportasi di Ploso dikenal sebagai jalur yang relatif kecil, sehingga potensi penumpukan kendaraan menjadi perhatian serius panitia.

"Sebagai antisipasi kemacetan dan potensi gangguan aktivitas warga lokal, kami bergerak cepat guna melakukan mitigasi. Kami sudah berkoordinasi dan bersinergi dengan TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan (Dishub)," katanya.

Ia berharap, sinergi tersebut dapat berjalan sangat baik untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Khususnya, demi mencegah penumpukan kendaraan agar tidak mengganggu kegiatan sehari-hari masyarakat sekitar.

" Sebagai forum Pramuktamar, Munas dan Konbes tahun ini memang bertugas menyiapkan materi-materi krusial yang nantinya akan disahkan di Muktamar," katanya.

Ia melanjutkan, ada dua isu yang saat ini menjadi perbincangan hangat di antara para peserta, mekanisme pemilihan Ahwa diskusi mengenai sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang nantinya akan menentukan dan memilih Rais Aam. Lalu, Reformasi Organisasi yang mana Komisi Organisasi menjadi sorotan karena adanya dorongan dari sejumlah pengurus wilayah agar Banom (Badan Otonom) memiliki hak suara resmi dalam pengambilan keputusan strategis.

Hingga saat ini, antusiasme pemilik suara sangat tinggi. Dari total 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di seluruh Indonesia, sudah ada 30 PWNU yang resmi mendaftarkan diri ke sekretariat, dan dipastikan seluruh wilayah akan hadir lengkap pada hari H.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....