Jombang Genjot Produksi Gula Melalui Varietas Unggul

  • 31 Mei 2026 08:57 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang terus mendorong peningkatan produksi gula dengan mempercepat penggunaan varietas tebu unggul pada lahan-lahan yang produktivitasnya mulai menurun. Langkah tersebut dilakukan melalui program peremajaan tanaman tebu atau bongkar ratoon yang saat ini telah terealisasi di ribuan hektare lahan milik petani.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan hasil panen tebu di tengah kebutuhan gula yang masih tinggi. Selain mengganti tanaman yang sudah tidak produktif, pemerintah daerah juga mendorong penerapan pola budidaya yang lebih baik agar produktivitas lahan dapat terus meningkat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much. Rony, mengatakan banyak tanaman tebu yang saat ini memasuki fase penurunan produktivitas karena telah mengalami beberapa kali masa panen tanpa dilakukan peremajaan. "Sejumlah lahan tebu yang sudah berulang kali dipanen menunjukkan penurunan hasil. Karena itu, perlu dilakukan peremajaan dengan varietas yang memiliki potensi produksi dan rendemen lebih baik," ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurutnya, penggunaan varietas unggul diharapkan mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil panen petani. Selain itu, program tersebut juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan produksi gula di Kabupaten Jombang.

"Tidak hanya mengganti tanaman lama, kami juga mendorong penggunaan bibit yang lebih adaptif dan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibanding varietas sebelumnya," katanya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, luas areal tebu di daerah tersebut mencapai sekitar 10.787 hektare dengan total produksi tebu mencapai 787.246 ton. Dari luasan tersebut, rata-rata produktivitas lahan berada di kisaran 73 ton per hektare dengan rendemen gula sebesar 7,11 persen.

Produksi tersebut menghasilkan sekitar 61.749 ton gula hablur atau berkontribusi sekitar tiga persen terhadap kebutuhan gula di tingkat Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, pemerintah daerah menilai potensi peningkatan produksi masih cukup besar jika peremajaan tanaman dilakukan secara berkelanjutan.

Pada tahun 2026, target program bongkar ratoon di Jombang mencapai 3.000 hektare. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 613,6 hektare. Selain itu, terdapat pula target perluasan areal tanam baru seluas 200 hektare.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi program peremajaan tebu dilaporkan telah mencapai sekitar 2.600 hektare. Pemerintah daerah kini fokus menyelesaikan sisa target agar proses pengolahan lahan dan penanaman dapat dilakukan sebelum memasuki musim tanam berikutnya.

"Progres pelaksanaan di lapangan sudah mendekati target yang ditetapkan. Saat ini kami terus mempercepat penyelesaian administrasi dan kesiapan lahan agar seluruh target dapat terealisasi," ucap Rony.

Sementara itu, Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, menilai peningkatan produktivitas tebu memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Menurutnya, penggunaan varietas unggul dan peremajaan tanaman menjadi langkah penting untuk menjaga pendapatan petani sekaligus memperkuat sektor perkebunan tebu di daerah.

"Ketika produktivitas meningkat, hasil yang diterima petani juga berpotensi bertambah. Karena itu, peremajaan tanaman dan penggunaan varietas unggul perlu terus didorong agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh petani," ujarnya.

Dengan realisasi program yang telah mendekati target, Kabupaten Jombang berharap produksi tebu dan gula dapat meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kontribusi daerah sebagai salah satu sentra penghasil gula di Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....