Paskomnas Bagikan Formula Menjaga Produksi Pangan saat Kemarau Panjang

  • 13 Jul 2026 19:44 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Paskomnas Bagikan Formula Menjaga Produksi Pangan saat Kemarau Panjang
  • Sinergisitas petani, distributor, hingga pemerintah, sangat menentukan keberhasilan menjaga produksi pangan

RRI.CO.ID, Kediri – Pasar Komoditas Nasional (Paskomnas) Indonesia membagikan formula strategis untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah ancaman kemarau panjang tahun ini. Langkah antisipatif ini diluncurkan guna mencegah terjadinya kelangkaan pasokan bahan pangan yang kerap memicu lonjakan inflasi.

“Tantangan kekeringan ekstrem menuntut para petani untuk mengubah pola tanam tradisional menjadi lebih adaptif. Penguasaan teknologi hemat air dan kelembapan tanah yang tetap terjaga Adalah dua hal yang harus menjadi fokus petani saat ini,” kata Ir. Soekam Parwadi, Direktur Paskomnas Indonesia dalam Program Dialog ‘Kediri Menyapa Pagi’, Senin, 13 Juli 2026.

Pemilihan varietas benih unggul yang tahan terhadap cuaca panas menjadi kunci utama agar aktivitas produksi di tingkat petani tidak mengalami gagal panen. “Tanaman hortikultura termasuk jenis tanaman yang tahan cuaca panas dan dapat dijadikan alternatif pilihan para petani di musim kemarau,” ujar Soekam, sapaan akrabnya.

Pentingnya sinergisitas hulu-hilir agar rantai pasok pangan tetap berjalan lancar meski cuaca ekstrem melanda berbagai wilayah pertanian turut menjadi pembahasan yang berlangsung 60 menit ini. Menurut Soekam, Masyarakat saat ini tidak bisa lagi berserah pada alam tanpa strategi pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi.

Selain aspek teknis di lahan pertanian, Paskomnas juga menyoroti pentingnya efisiensi jalur distribusi dari daerah penghasil ke pusat pasar induk karena selama kemarau, risiko kerusakan komoditas hortikultura selama perjalanan meningkat drastis akibat suhu udara yang tinggi. Suhu armada angkut dan percepatan waktu bongkar muat adalah penyelamatan pangan krusial.

“Kepastian pasar pangan menjadi stimulus penting bagi ekosistem pertanian di masa sekarang. Petani juga perlu mendapatkan jaminan serapan hasil panen dengan harga yang adil sehingga mereka tetap termotivasi untuk menanam,” ucap Soekam. Dikatakannya, sinergisitas petani, distributor, hingga pemerintah, sangat menentukan keberhasilan menjaga produksi pangan.

Penyelamatan produksi pangan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemangku kebijakan di berbagai daerah dalam menyusun strategi ketahanan pangan. Dengan fokus dan persiapan prima, ancaman kemarau panjang tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi kedaulatan pangan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....