Peternak Ayam di Jombang Keluhkan Tingginya Biaya Pakan

  • 16 Jun 2026 19:41 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Tingginya harga pakan masih menjadi beban utama bagi peternak ayam petelur di Kabupaten Jombang. Kondisi tersebut membuat keuntungan usaha semakin menipis karena harga telur di tingkat peternak belum mampu mengimbangi kenaikan biaya produksi yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Salah seorang peternak ayam petelur di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Mulyanto, mengatakan harga telur di tingkat kandang saat ini berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp22.500 per kilogram, setelah sebelumnya sempat turun hingga Rp21.500 per kilogram. Namun, perbaikan harga tersebut belum mampu mengangkat pendapatan peternak karena biaya pakan dan konsentrat masih relatif tinggi.

"Harga telur memang sudah sedikit naik dibanding beberapa bulan lalu, tetapi biaya pakan masih mahal sehingga keuntungan yang kami peroleh sangat terbatas. Kalau harga pakan kembali naik, peternak bisa semakin kesulitan," ujar Mulyanto, Selasa, 16 Juni 2026.

Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Kabupaten Jombang telah mengambil langkah dengan mengusulkan pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung kepada pemerintah pusat. Program tersebut diharapkan mampu menyediakan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga biaya produksi dapat ditekan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, M. Saleh, mengatakan usulan SPHP Jagung telah diajukan melalui skema yang disiapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu keputusan terkait pelaksanaan program tersebut.

"Kami telah mengusulkan pelaksanaan SPHP Jagung untuk Kabupaten Jombang. Harapannya program ini segera mendapat persetujuan sehingga peternak dapat memperoleh jagung pakan dengan harga yang lebih murah dan beban produksi bisa berkurang," kata Saleh.

Menurutnya, pada pengajuan tahap pertama terdapat 19 peternak dengan kebutuhan jagung sebanyak 197,5 ton per bulan. Sementara pada tahap kedua terdapat 15 peternak dengan total kebutuhan mencapai 332,1 ton per bulan. Seluruh usulan tersebut diajukan melalui koperasi ayam petelur yang nantinya akan menyalurkan jagung dari Bulog kepada para peternak.

"Melalui mekanisme koperasi, distribusi jagung dari Bulog diharapkan lebih tepat sasaran. Harga di tingkat peternak diperkirakan maksimal sekitar Rp5.500 per kilogram sehingga dapat membantu menekan biaya pakan yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur," ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang berharap program SPHP Jagung segera direalisasikan sehingga dapat menjaga keberlanjutan usaha peternak ayam petelur sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga telur di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....