Jombang Kebut Bongkar Ratoon Tebu Demi Dongkrak Produksi Gula

  • 24 Mei 2026 17:48 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang mempercepat program bongkar ratoon tanaman tebu hingga 3.000 hektare pada 2026 untuk meningkatkan produksi gula di tengah tingginya kebutuhan nasional. Langkah tersebut dilakukan karena produktivitas sebagian lahan tebu milik petani mulai menurun akibat usia tanaman yang terlalu lama dipertahankan.

Target bongkar ratoon tahun ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 alokasi peremajaan lahan tebu di Jombang hanya sekitar 613,6 hektare, maka tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 3.000 hektare ditambah perluasan areal tanam baru seluas 200 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony mengatakan percepatan program tersebut menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas produksi gula sekaligus meningkatkan hasil panen petani tebu di daerah.

“Banyak tanaman tebu yang produktivitasnya mulai turun karena sudah beberapa kali panen tanpa peremajaan. Kondisi itu membuat hasil tebu tidak lagi optimal sehingga perlu dilakukan bongkar ratoon,” ujar Rony, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurutnya, program peremajaan dilakukan dengan mengganti tanaman lama menggunakan varietas tebu yang dinilai lebih unggul dan memiliki potensi rendemen lebih tinggi. Selain itu, pola budidaya petani juga mulai diarahkan menggunakan metode yang lebih modern agar hasil produksi meningkat.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, luas lahan tebu di wilayah tersebut pada 2024 mencapai 10.787 hektare dengan total produksi sekitar 787.246 ton tebu. Dari angka tersebut, rata-rata produktivitas lahan berada di kisaran 73 ton per hektare dengan rendemen gula sebesar 7,11 persen.

Produksi tersebut menghasilkan sekitar 61.749 ton gula hablur atau menyumbang sekitar tiga persen kebutuhan gula di tingkat Provinsi Jawa Timur. Namun, pemerintah daerah menilai capaian tersebut masih bisa ditingkatkan melalui program peremajaan tanaman secara bertahap.

Rony menjelaskan, hingga saat ini realisasi luasan lahan yang masuk program bongkar ratoon telah mencapai sekitar 2.600 hektare. Pemerintah daerah kini fokus menyelesaikan sisa target melalui percepatan proses administrasi calon petani dan calon lokasi lahan.

“Sekarang progresnya sudah mendekati target. Kami juga mendorong percepatan izin pemanfaatan lahan supaya proses pengolahan tanah dan penanaman bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Salmanudin menilai sektor perkebunan tebu masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan di Jombang. Karena itu, peningkatan produktivitas tebu dinilai penting agar pendapatan petani tetap terjaga.

“Kalau produksi tebu meningkat, dampaknya juga akan dirasakan langsung oleh petani. Harapannya bukan hanya hasil panen yang naik, tetapi kesejahteraan petani juga ikut membaik,” ujar Salmanudin.

Selain meningkatkan produksi gula, Pemkab Jombang juga mulai mendorong regenerasi petani tebu melalui pengembangan pertanian modern. Pemerintah berharap sektor perkebunan tebu dapat menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam usaha pertanian berbasis teknologi dan agribisnis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....