Festival Kuno-Kini Gerakkan Ekonomi Kreatif

  • 15 Mei 2026 20:51 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Festival Kuno-Kini 2026 kembali digelar di area Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Kamis malam, 14 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Mei mendatang itu menjadi ruang promosi bagi ratusan pelaku UMKM sekaligus wadah memperkenalkan produk budaya dan ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat.

Sejak hari pertama pembukaan, kawasan SLG dipadati pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai sajian kuliner, produk kriya, wastra, hingga pertunjukan seni. Festival tersebut dinilai mampu menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Kediri.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, mengatakan kegiatan semacam ini memiliki dampak positif bagi pertumbuhan UMKM lokal. Menurutnya, festival yang rutin digelar setiap tahun itu mampu membuka peluang pasar lebih luas bagi para pelaku usaha.

“Festival semacam ini menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan semangat bagi para pelaku UMKM,” ujar Dewi saat menghadiri pembukaan Festival Kuno-Kini 2026.

Ia menilai, konsep Festival Kuno-Kini tahun ini lebih beragam dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Tidak hanya menghadirkan produk kuliner, festival tersebut juga menampilkan berbagai karya budaya lokal seperti sastra, kriya, hingga wastra khas Kediri.

Menurut Dewi, keberadaan unsur sastra menjadi salah satu nilai lebih dalam festival tersebut. Sebab, kekayaan sastra daerah dinilai masih jarang diangkat dalam kegiatan modern yang melibatkan masyarakat luas.

“Kita tahu bahwa Kediri memiliki banyak kekayaan budaya, utamanya sastra. Dan ini menjadi salah satu poin penting dalam festival ini,” katanya.

Selain menjadi sarana hiburan masyarakat, festival tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap produk dan budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Kediri menilai keterlibatan berbagai sektor kreatif dalam satu kegiatan dapat memperluas promosi budaya daerah secara lebih efektif.

Dewi berharap masyarakat yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati hiburan dan kuliner, tetapi juga mengenal lebih dekat hasil karya pelaku kreatif lokal. Mulai dari motif kain khas Kediri, kerajinan tangan, hingga berbagai produk ekonomi kreatif lain yang dipamerkan selama festival berlangsung.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Kediri, Kurniawan Muhammad, menyebut Festival Kuno-Kini mengusung konsep perpaduan unsur tradisional dan modern. Konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat yang datang berkunjung.

Menurut Kurniawan, antusiasme peserta terus meningkat dalam tiga tahun pelaksanaan festival. Pada 2024 jumlah peserta tercatat sebanyak 215 stan, kemudian meningkat menjadi 245 stan pada 2025. Sedangkan pada 2026, panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 348 stan dari total sekitar 500 pendaftar.

Ia mengatakan tingginya minat peserta menunjukkan Festival Kuno-Kini mulai menjadi salah satu agenda yang diminati pelaku UMKM dan komunitas kreatif di Kediri maupun daerah sekitar.

“Sehingga masyarakat bisa menikmati berbagai macam hasil kreativitas atau hasil olahan dari masyarakat,” ucapnya.

Selain menghadirkan stan UMKM, festival tersebut juga diisi berbagai pertunjukan hiburan dan agenda budaya yang digelar setiap hari selama pelaksanaan acara. Panitia berharap kegiatan itu dapat menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kediri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....