Nol Kasus PMK, Jombang Tetap Intensifkan Vaksinasi
- 10 Mei 2026 17:17 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang terus mengintensifkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak meskipun hingga saat ini wilayah tersebut tercatat dalam kondisi nol kasus aktif PMK. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi untuk mempertahankan kondisi aman menjelang meningkatnya aktivitas perdagangan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang memperluas pelaksanaan vaksinasi di sejumlah wilayah yang memiliki populasi ternak sapi cukup tinggi. Upaya tersebut diperkuat setelah Jombang kembali menerima tambahan vaksin PMK tahap kedua dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 25 ribu dosis.
Dengan tambahan tersebut, total vaksin PMK yang diterima Kabupaten Jombang sepanjang tahun 2026 mencapai 43 ribu dosis. Vaksinasi dilakukan secara bertahap oleh petugas lapangan guna memperluas perlindungan terhadap ternak yang rentan terpapar virus PMK.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Azis Daryanto, mengatakan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua terus berjalan dan difokuskan pada percepatan cakupan vaksinasi menjelang Iduladha. “Pelaksanaan vaksinasi masih berlangsung hingga saat ini. Sampai akhir April, vaksinasi tahap kedua sudah mencapai lebih dari 12 ribu dosis, dan pada Mei kami menargetkan lebih dari 8.000 dosis lagi dapat segera diselesaikan,” ujar Azis Daryanto, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menjelaskan, vaksinasi dilakukan oleh 13 tim vaksinator yang diterjunkan ke berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang. Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari sebelum Iduladha untuk memastikan perlindungan kesehatan ternak tetap optimal.
Menurut Azis, percepatan vaksinasi dilakukan bukan hanya untuk menjaga kondisi nol kasus PMK, tetapi juga untuk mengantisipasi tingginya mobilitas ternak menjelang Iduladha. Pada periode tersebut, permintaan hewan kurban biasanya meningkat dan diikuti aktivitas distribusi ternak antarwilayah.
“Jombang termasuk daerah pemasok hewan kurban di Jawa Timur. Karena itu kami ingin memastikan ternak yang diperdagangkan dalam kondisi sehat dan telah memperoleh vaksinasi sebagai langkah pencegahan penyebaran PMK,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, sejak awal April 2026 tidak ditemukan kasus aktif maupun penambahan kasus baru PMK di wilayah tersebut. Kondisi itu dinilai menjadi hasil dari pengawasan kesehatan hewan dan vaksinasi yang terus dilakukan secara berkala.
Hingga 30 April 2026, realisasi vaksinasi PMK yang tercatat melalui sistem ISIKHNAS mencapai 30.337 dosis atau sekitar 70,55 persen dari total vaksin yang diterima sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas vaksin tahap pertama sebanyak 18.246 dosis dan tahap kedua sebanyak 12.091 dosis.
Selain vaksinasi, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang juga mulai menyiapkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di kandang penampungan dan lapak penjualan yang tersebar di 21 kecamatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan memenuhi syarat kesehatan dan layak dijadikan hewan kurban.
“Pengawasan kesehatan hewan akan terus diperketat menjelang Idul Adha, mulai dari lokasi penjualan hingga proses penyembelihan. Kami ingin memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat dan aman,” ucap Azis.
Pemerintah Kabupaten Jombang berharap langkah percepatan vaksinasi dan pengawasan kesehatan ternak dapat mempertahankan kondisi nol kasus PMK sekaligus menjaga stabilitas distribusi hewan kurban selama momentum Idul Adha tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....