Guru sementara Isi Kebutuhan Mengajar untuk Dukung Operasional SR Jombang
- 31 Jul 2026 20:05 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang menugaskan guru sementara untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 1 Jombang. Langkah tersebut ditempuh agar operasional sekolah tetap berjalan dan proses belajar mengajar tidak terganggu sambil menunggu penempatan guru definitif dari pemerintah pusat.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang telah memperbantukan 17 guru dari jenjang SD dan SMP ke Sekolah Rakyat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya 10 guru. Seluruh tenaga pendidik yang ditugaskan tetap berstatus sebagai guru di sekolah asal dan hanya menjalankan penugasan sementara.
Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Wor Windari, mengatakan penugasan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat hingga proses rekrutmen tenaga pendidik oleh Kementerian Sosial selesai. "Kami hanya membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar sampai proses rekrutmen dari Kementerian Sosial selesai. Setelah guru yang direkrut pemerintah pusat siap bertugas, para guru yang diperbantukan akan kembali mengajar di sekolah asal masing-masing," ujarnya, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia menegaskan, penugasan tersebut tidak mengubah status kepegawaian para guru. Menurutnya, langkah itu diambil karena peserta didik telah mulai mengikuti kegiatan belajar, sementara guru tetap di Sekolah Rakyat belum tersedia.
"Status mereka tetap sebagai guru di sekolah asal. Penugasan ini semata-mata dilakukan karena kebutuhan pembelajaran di Sekolah Rakyat sudah harus berjalan," ujarnya.
Disdikbud juga mencatat sekitar 22 guru dari jenjang SMP dan SMA turut dilibatkan dalam operasional Sekolah Rakyat. Namun, rincian jumlah guru pada masing-masing jenjang masih disinkronkan bersama Dinas Sosial Kabupaten Jombang.
"Secara keseluruhan ada sekitar 22 guru yang bertugas bersama tenaga pendidik tingkat SMA. Untuk rincian tiap jenjang masih kami koordinasikan dengan Dinas Sosial," katanya
Menurutnya, para guru tidak memerlukan pembekalan khusus karena kurikulum yang diterapkan di Sekolah Rakyat sama dengan sekolah reguler. Tantangan utama justru terletak pada penyesuaian metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik.
"Kurikulumnya sama dengan sekolah reguler. Guru hanya perlu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan karakter peserta didik dan lingkungan Sekolah Rakyat," ucapnya.
Seiring dimulainya operasional gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Pemerintah Kabupaten Jombang juga mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Kamis, 30 Juli 2026. Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 menampung 370 peserta didik yang terdiri atas siswa baru jenjang SD, SMP, SMA, serta peserta didik angkatan sebelumnya.
Bupati Jombang, Warsubi, berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun karakter sebagai bekal menghadapi masa depan. "Gunakan kesempatan ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Teruslah bersemangat, tekun, dan percaya pada kemampuan diri, karena setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi jika mau berusaha," kata Warsubi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....