Tokoh Penting Hadiri Deklarasi Organisasi Yakuza Maneges di Kediri

  • 10 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Sejumlah tokoh penting tampak menghadiri Deklarasi Organisasi Yakuza Maneges
  • Organisasi ini di bawah naungan Majelis Sema’an Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin, dan mengutamakan nilai bahwa tidak ada manusia yang terlahir buruk secara permanen selama ada niat untuk kembali ke jalan yang benar
  • Langkah ini menjadi awal yang baik untuk terus berkontribusi, menjaga kebersamaan, dan menghadirkan energi positif bagi Kediri Raya maupun Indonesia

RRI.CO.ID, Kediri - Sejumlah tokoh penting tampak menghadiri Deklarasi Organisasi Yakuza Maneges, pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Pada agenda yang digelar di salah satu hotel di Kota Kediri, diketahui bahwa Organisasi Yakuza Maneges merupakan wadah transformasi sosial dan spiritual bagi masyarakat yang ingin memperbaiki diri. Bahkan, bagi mereka yang selama ini dikenal sebagai Santri Jalur Kiri.

Adapun tokoh penting yang hadir, di antaranya inisiator dan Ketua Umum Yakuza Maneges Gus Thuba (Thuba Topo Broto Maneges), Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, serta tokoh kepolisian dan Ketua Yakuza Maneges Polri AKBP Edy Herwiyanto. Selain itu, juga berpartisipasi Asisten Pemerintahan dan Kesra Syamsul Bahri, Kepala Disbudparpora Bambang Priambodo, seluruh pengurus, serta keluarga besar Yakuza Maneges dari berbagai perwakilan daerah seperti Madiun, Surabaya, Sidoarjo, serta Trenggalek.

Menurut Ketua Umum Yakuza Maneges, Gus Thuba yang cucu dari ulama karismatik KH Hamim Djazuli (Gus Miek), Organisasi Yakuza Maneges bukan merupakan organisasi kriminal, walaupun namanya identik dengan kelompok tertentu di Jepang. "Kehadiran Yakuza Maneges, tujuannya untuk sarana perubahan. Kami mencatat filosofi, di mana identitas petarung ditransformasikan menjadi semangat spiritual dan kemanusiaan," kata Gus Thuba.

Ia menjelaskan, organisasi Yakuza Maneges adalah rumah bagi mereka yang merasa tersesat, maupun berada di jalur kiri. Organisasi ini di bawah naungan Majelis Sema’an Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin, dan mengutamakan nilai bahwa tidak ada manusia yang terlahir buruk secara permanen selama ada niat untuk kembali ke jalan yang benar.

"Organisasi ini bersifat militan. Tapi, tetap bergerak dalam koridor hukum, dan kami bukanlah organisasi yang berseberangan dengan negara, justru kita hadir untuk berjalan bersama aparat penegak hukum, serta mempunyai slogan Gas Tanpa Ampun," katanya.

Mengenai visi misi, sebut Gus Thuba, yaitu penjaga yang lemah, pembela yang benar, dan pembenah yang salah, serta bergerak di bidang sosial. Seperti kemanusiaan, keadilan sosial, dan merangkul masyarakat awam lintas agama.

"Kami selalu mengedepankan Restorative Justice dalam menyelesaikan masalah sosial dan hukum di masyarakat," kata Gus Thuba.

Sementara itu, Tokoh Kepolisian AKBP Edy Herwiyanto juga tampak hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengaku tergetar dengan niat mulia Gus Thuba dalam membela masyarakat yang termarginalkan.

"Di lokasi ini, kamipun menyampaikan pesan moral yang kuat terkait integritas. Bila ada penyalahgunaan wewenang, siapapun pelakunya, harus ditindak, mari kita bersama-sama bersatu memberantas kedzaliman melalui wadah ini," kata AKBP Edy.

Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, turut memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya Yakusa Maneges. Ia menilai, semangat yang dibawa Gus Thuba sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kediri yang ingin menjadi kota yang Aman, Agamis, Produktif, dan Nyaman (Mapan).

"Saat ini, Gus Thuba menghadirkan Yakuza yang berbeda, dan semangatnya adalah mewarisi perjuangan almarhum Gus Miek. Tepatnya, orang yang paling jauh dari kebaikan pun berhak dirangkul, bukan ditinggalkan," kata Vinanda.

Untuk itu, Vinanda mengucapkan, selamat atas deklarasi resmi Organisasi Yakuza Maneges Pusat dan Wilayah Kediri Raya. Ia berharap, langkah ini menjadi awal yang baik untuk terus berkontribusi, menjaga kebersamaan, dan menghadirkan energi positif bagi Kediri Raya maupun Indonesia.

"Gus Thuba melahirkan Yakuza dengan makna berbeda, yakni membawa semangat dakwah dengan filosofi yang awalnya kotor, ujungnya zuhud abadi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....