Jaringan GUSDURian Perkuat Gerakan Lintas Agama Jaga Bumi

  • 30 Agt 2026 17:33 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Jaringan GUSDURian memperkuat gerakan lintas agama dalam upaya menjaga kelestarian bumi melalui Festival Jagat atau Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak, Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu–Minggu, 29 – 30 Agustus 2026 tersebut, mempertemukan tokoh agama, akademisi, pegiat lingkungan, dan masyarakat untuk membahas sekaligus mendorong aksi bersama menghadapi persoalan ekologis.

Koordinator Sekretariat GUSDURian, Jay Ahmad, mengatakan persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sehingga tidak dapat dibebankan kepada satu kelompok. Menurutnya, kolaborasi lintas agama penting untuk membangun kesadaran ekologis sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam aksi nyata.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai pertemuan, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan gerakan nyata yang bisa memberikan dampak lebih besar,” ujar Jay Ahmad.

Ia menjelaskan, pelestarian lingkungan membutuhkan konsistensi dan keterlibatan berbagai pihak agar kondisi bumi tetap terjaga bagi generasi mendatang.

“Karena itu, kesadaran ekologis perlu terus ditumbuhkan, termasuk melalui komunitas dan kelompok keagamaan,” jelasnya.

Festival Jagat merupakan bagian dari Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi atau JAGAT. Gerakan ini menjadi ruang perjumpaan kelompok lintas iman untuk membahas peran agama dalam merespons persoalan lingkungan sekaligus membangun kerja sama dalam upaya penyelamatan alam.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti Forum Majelis Keadilan Ekologi yang menghadirkan tokoh agama, akademisi, dan aktivis lingkungan. Forum membahas berbagai persoalan ekologis serta peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Uskup Keuskupan Surabaya Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, Lukman Hakim Saifuddin, Tri Mumpuni, Zainal Abidin Bagir, Hening Parlan, Inayah Wahid, serta pegiat lingkungan dari sejumlah lembaga dan komunitas.

Rangkaian Festival Jagat juga diisi pemutaran film, pertunjukan musik dan seni budaya. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan mata gratis bagi santri dan masyarakat, permainan edukatif, kelas ekologi, serta ziarah ke makam Gus Dur bersama umat lintas agama.

Jaringan GUSDURian menilai gerakan ekologis membutuhkan proses panjang dan tidak cukup dilakukan melalui satu kegiatan. Sejumlah kegiatan sebelumnya telah dilakukan melalui Sekolah Jagat, kampanye lingkungan, serta pendampingan masyarakat dalam menjaga ekosistem.

“Kolaborasi lintas agama diarahkan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Dialog antarumat kemudian diikuti dengan upaya membangun kerja bersama di tingkat komunitas,” ucapnya.

Melalui Festival Jagat, Jaringan GUSDURian mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada diskusi. Gerakan lintas agama diharapkan dapat berkembang menjadi kerja bersama yang berkelanjutan untuk menjaga bumi dan keberlangsungan hidup generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....