JQH NU 2026 di Jombang, Dorong Penguatan Kaderisasi Generasi Al-Qur’an

  • 30 Agt 2026 22:07 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Silaturahmi Nasional (Silatnas) Jam’iyyatul Qurra’ Wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) 2026 di Kabupaten Jombang mendorong penguatan kaderisasi generasi Al-Qur’an. Pembinaan qori, qoriah, hafizh, dan hafizhah dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menyiapkan generasi penerus di tengah perkembangan zaman.

Silatnas JQH NU 2026 dibuka Bupati Jombang Warsubi di Pesantren Madinatul Qur’an, Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Jombang, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyemarakkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Warsubi mengatakan kaderisasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk menjaga kesinambungan pembinaan Al-Qur’an. Menurutnya, generasi yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an perlu dipersiapkan agar dapat melanjutkan proses pembinaan pada masa mendatang.

“Kaderisasi perlu terus dipelajari dan diperkuat. Pembinaan qori, qoriah, hafizh, dan hafizhah jangan hanya berhenti pada generasi sekarang. Generasi penerus juga harus dipersiapkan agar memiliki kesempatan untuk berkembang,” ujar Warsubi.

Silatnas mengusung tema “Konsolidasi untuk Kebangkitan dan Kemajuan Jam’iyyah”. Forum tersebut dihadiri jajaran Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, dan Pengurus Cabang JQH NU dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Warsubi, penguatan organisasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Peran JQH NU dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan sekaligus memperluas ruang pengembangan bagi para generasi pecinta Al-Qur’an.

Ia juga menyoroti tantangan pembinaan keagamaan di tengah perkembangan teknologi digital. Kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi keagamaan melalui berbagai platform, menurutnya, perlu disertai kemampuan memahami dan menyaring informasi secara tepat.

Warsubi menilai guru, pesantren, dan lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan. Penguatan pemahaman keagamaan diperlukan agar masyarakat tetap mendapatkan tuntunan yang benar dan bersumber dari pengetahuan agama yang sahih.

Ia berharap Silatnas JQH NU dapat menghasilkan gagasan yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan dampak terhadap pembinaan Al-Qur’an di masyarakat.

“Kami berharap Silatnas ini menghasilkan gagasan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pembinaan Al-Qur’an. Selain itu, silaturahmi antarkader JQH NU dari seluruh Indonesia semakin erat dan kegiatan ini membawa keberkahan bagi Jombang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....