Peternak Jombang Perketat Antisipasi PMK jelang Idul Adha

  • 30 Apr 2026 16:26 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Peternak di Kabupaten Jombang memperketat langkah antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan ternak tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Salah satu peternak sapi di Kecamatan Diwek, Sugeng, mengaku telah menyiapkan berbagai langkah pencegahan, termasuk memastikan seluruh ternaknya telah divaksin PMK. Ia menyebut, dari total 16 ekor sapi yang dimilikinya, seluruhnya telah mendapatkan vaksin sebagai bentuk perlindungan dasar terhadap potensi penularan penyakit.

“Semua sapi yang saya pelihara sudah mendapatkan vaksin PMK. Ini menjadi langkah awal agar ternak tetap sehat menjelang Idul Adha,” kata Sugeng, Kamis, 30 April 2026.

Selain vaksinasi, ia juga menerapkan perawatan rutin seperti menjaga kebersihan kandang, mengatur pola pakan, serta memberikan vitamin secara berkala. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga daya tahan tubuh hewan ternak agar tidak mudah terserang penyakit.

“Kebersihan kandang kami jaga setiap hari, pakan juga diperhatikan, dan vitamin diberikan secara rutin. Ini bagian dari upaya pencegahan agar ternak tetap dalam kondisi prima,” ujarnya.

Sugeng juga meningkatkan kewaspadaan terhadap lalu lintas ternak yang masuk ke kandangnya. Setiap ada hewan baru, ia segera berkoordinasi dengan petugas dari Dinas Peternakan untuk memastikan ternak tersebut mendapatkan penanganan, termasuk vaksinasi.

“Kalau ada sapi baru masuk, langsung saya laporkan ke dinas supaya segera mendapatkan pemeriksaan dan vaksin. Ini untuk menghindari kemungkinan membawa virus dari luar,” katanya.

Sementara itu, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang terus menggencarkan vaksinasi PMK sebagai langkah pencegahan. Hingga akhir April 2026, realisasi vaksinasi tahap kedua telah mencapai sekitar 6.000 dosis dan masih terus berjalan di lapangan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jombang, Aziz Daryanto, mengatakan vaksinasi tetap dilakukan secara masif meskipun saat ini tidak ditemukan kasus PMK. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kondisi tetap aman.

“Realisasi vaksinasi saat ini sudah sekitar 6.000 dosis dan terus bertambah seiring distribusi di lapangan. Meskipun belum ada kasus, vaksinasi tetap kami lakukan sebagai upaya pencegahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh kecamatan di Jombang menjadi sasaran vaksinasi guna memastikan perlindungan ternak merata. Dari total 25.000 dosis vaksin yang diterima, lebih dari 11.000 dosis telah didistribusikan kepada tim pelaksana.

Aziz juga menekankan pentingnya peran aktif peternak dalam mendukung program vaksinasi. Ia berharap peternak dapat memberikan akses kepada petugas serta menjaga kebersihan dan kesehatan ternak secara mandiri. “Partisipasi peternak sangat dibutuhkan, baik dalam memberikan akses saat vaksinasi maupun menjaga kondisi kandang dan ternaknya,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....