Antisipasi Kekurangan SDM, Jombang akan Siapkan Guru sementara di Sekolah Rakyat
- 03 Jul 2026 17:30 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang akan menyiapkan tenaga pendidik sementara untuk mengantisipasi kekurangan sumber daya manusia (SDM) saat operasional Sekolah Rakyat dimulai pada 14 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai jadwal meski tenaga pendidik dan kependidikan yang direkrut Kementerian Sosial belum seluruhnya siap bertugas.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang, Purwanto, mengatakan kebutuhan guru selama masa transisi akan dipenuhi melalui penugasan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang. Penugasan itu bersifat sementara hingga pemerintah pusat menempatkan tenaga pendidik yang telah direkrut.
"Selama masa transisi, kami akan memanfaatkan guru ASN dan tenaga honorer di lingkungan Pemkab agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Setelah tenaga pendidik dari Kemensos siap, mereka akan mengambil alih tugas tersebut," kata Purwanto, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, penugasan guru sementara diperkirakan berlangsung sekitar empat bulan. Selanjutnya, guru yang diperbantukan akan kembali ke sekolah maupun instansi asal setelah proses penempatan tenaga pendidik dari pemerintah pusat selesai.
"Penugasannya hanya untuk menjembatani kebutuhan di awal operasional. Mekanisme penempatannya akan diatur oleh masing-masing perangkat daerah sesuai kewenangannya," ujarnya.
Selain menyiapkan tenaga pengajar, Tim Transisi Sekolah Rakyat yang dibentuk melalui keputusan bupati juga bertugas memastikan seluruh kebutuhan operasional sekolah terpenuhi. Tim tersebut mengoordinasikan penyediaan infrastruktur, penyelesaian administrasi pembangunan gedung permanen, pemutakhiran data calon peserta didik, hingga integrasi layanan kesehatan, pemenuhan gizi, jaminan sosial, dan administrasi kependudukan bagi siswa.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi memastikan pelaksanaan Sekolah Rakyat tetap dimulai sesuai jadwal. Sebanyak 270 peserta didik baru telah dinyatakan siap mengikuti pembelajaran yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, sementara pembangunan gedung permanen di Desa Tunggorono telah mencapai sekitar 91 persen.
"Seluruh persiapan utama terus kami kebut. Kuota peserta didik sudah terpenuhi, pembangunan gedung hampir selesai, sehingga kami optimistis kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai rencana," ujar Warsubi.
Menurut Warsubi, Jombang menjadi salah satu daerah yang menyelenggarakan Sekolah Rakyat secara lengkap mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar kebutuhan guru dan tenaga kependidikan dapat segera dipenuhi setelah masa transisi berakhir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....