Cabdindik Wilayah Kediri Edukasi Aturan Baru SPMB SMA/SMK 2026

  • 28 Apr 2026 20:45 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Cabdindik Wilayah Kediri Edukasi Aturan Baru SPMB SMA/SMK 2026
  • Tahun ini, jalur domisili maju jadi tahap pertama, menggeser jalur afirmasi yang tahun lalu dibuka paling awal
  • Peserta bisa mengambil PIN online mulai 28 Mei 2026, lalu verifikasi dokumen bisa ke sekolah terdekat

RRI.CO.ID, Kediri - Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kediri mengedukasi masyarakat terkait aturan baru seleksi penerimaan murid baru (SPMB) SMA/SMK 2026.

"Tahun ini, jalur domisili maju jadi tahap pertama, menggeser jalur afirmasi yang tahun lalu dibuka paling awal," kata Kasi PMA dan PKPLK Cabdin Wilayah Kediri, Chairul Effendi, pada Sosialisasi SPMB 2026 bersama Dinas Pendidikan Kota Kediri, Selasa, 28 April 2026.

Chairul menyatakan, dalam kegiatan ini pihaknya mengumpulkan tiga perwakilan dari tiap SMP/MTs, mulai dari Wakasek Kesiswaan, Wakasek Kurikulum, dan Guru BK. Tujuannya biar sekolah memahami teknis baru dan bisa mendampingi siswa sampai lolos.

"Kalau tahun lalu afirmasi dulu, baru prestasi nilai akademik, dan domisili. Tahun ini dibalik, menjadi tahap pertama jalur domisili, kedua afirmasi, ketiga prestasi hasil lomba, keempat mutasi orang tua, dan terakhir baru prestasi nilai akademik," katanya.

Ia mengatakan, perubahan ini penting karena strategi daftar tiap jalur beda. Siswa harus pilih jalur pada tahap paling awal yang kuotanya sesuai, biar tidak kehabisan kursi.

"Seluruh proses SPMB 2026 dilaksanakan dari laman resmi SPMB Jatim," katanya.

Adapun pada tahap awal, rinci Chairul, peserta bisa mengambil PIN online mulai 28 Mei 2026. Setelah itu, verifikasi dokumen bisa ke sekolah terdekat.

"Pendaftaran full online, tapi sistem masih disiapkan. Sekarang tahap sosialisasi dulu," kata Chairul.

Selain itu, imbuhnya, informasi tentang SPMB juga disebar lewat grup WA sekolah. Dengan begitu, bila ada masalah, bisa mendatangi sekolah terdekat atau menghubungi nomor Hotline 082244005792.

"Ada tim monitoring saat pengambilan PIN dan verifikasi. Kalau terkendala, calon siswa bisa datang ke sekolah tujuan terdekat dan disiapkan call center, atau ke Kantor Cabdin," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono pun meminta, agar sekolah aktif dampingi siswa. Harapannya, pihak sekolah bisa membantu input data dan mengarahkan untuk memilih jalur yang sesuai.

"Jangan sampai ada yang putus sekolah karena kendala admin atau kurang info," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....