Kemasan Sachet Dominasi Sampah di Kota Kediri

  • 09 Apr 2026 21:12 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Sejumlah relawan mengungkap dominasi sampah kemasan sachet di Kota Kediri
  • Upaya itu dilakukan oleh 10 orang relawan dari kader bank sampah Pringgodani di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sejumlah relawan mengungkap dominasi sampah kemasan sachet di Kota Kediri. Upaya itu dilakukan oleh 10 orang relawan dari kader bank sampah Pringgodani di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Saat itu mereka melaksanakan kegiatan brand audit sebagai bagian dari tindak lanjut aktivitas AKSA yang telah dilakukan sebelumnya.

"Agenda ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi dan sumber sampah terutama kemasan sekali pakai sebagai dasar penyusunan strategi pengurangan sampah yang lebih efektif. Adapun kegiatan itu berlangsung sejak Rabu 1 April 2026 dan hasilnya bisa diketahui sekarang," kata Kader

Lingkungan Kelurahan Mrican, Kota Kediri, Siti Fatimah, dalam keterangannya di Kediri, Kamis, 9 April 2026.

Menurut Siti, sesuai hasil brand audit terhadap sampah yang terkumpul ditemukan bahwa sampah kemasan sachet masih mendominasi.

Ia merinci, produk dari Wings menjadi penyumbang terbesar dengan total 149 kemasan, disusul Mayora sebanyak 113 kemasan. Tanobel tercatat sebanyak 78 kemasan, Unilever 76 kemasan, dan Danone 75 kemasan. Selain itu, terdapat kontribusi dari CV. Primarasa (41 kemasan), PT Bisco (35 kemasan), PT Jaya Prima Abadi (29 kemasan), PT Forisa Nusa Persada (28 kemasan), serta CV. Pangan Arta Sejahtera Madiun sebanyak 21 kemasan.

"Temuan ini menunjukkan bahwa produk kebutuhan sehari-hari dalam kemasan sachet masih menjadi pilihan utama masyarakat," katanya.

Namun, di sisi lain, imbuh Siti, jenis kemasan ini menjadi penyumbang signifikan terhadap timbulan sampah yang sulit didaur ulang dan berpotensi mencemari lingkungan.

Proses brand audit dilakukan secara partisipatif, mulai dari pemilahan sampah, pencatatan merek, hingga penghitungan jumlah kemasan. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data yang akurat, tetapi juga meningkatkan kesadaran relawan dan masyarakat akan pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya.

"Aktivitas Brand Audit ini melalui proses pencatatan merk sampah dan perhitungan," katanya.

Di tempat yang sama, salah satu pengurus Bank Sampah Pringgodani, Eka mengatakan, saat ini pihaknya masih punya solusi untuk pengurangan plastik sachet."Misal, kita bisa mulai mengurangi sampah sachet ya, kebanyakan kemasan sachet dari bumbu masakan. Jadi kita mulai bisa membuat bumbu-bumbu, ngulek sendiri gitu sehingga sampah plastik sachet berkurang," kata Eka.

Berdasarkan hasil brand audit, Eka mengemukakan, terdapat beberapa rekomendasi yang diusulkan sebagai langkah strategis untuk mengurangi timbulan sampah sachet menuju Kampung Zero Waste Cities.

Masing-masing, mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk beralih dari produk sachet ke kemasan isi ulang atau ukuran besar yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Lalu, membangun system layanan isi ulang (refill) di tingkat local/desa, sehingga masyarakat memiliki alternatif yang mudah dijangkau. Kemudian, mendorong produsen untuk bertanggung jawab melalui inovasi kemasan yang dapat digunakan kembali atau mudah didaur ulang, serta mengurangi produksi kemasan sekali pakai.

Dari sisi produsen, Eka menyebutkan, diperlukan komitmen yang lebih kuat untuk mengurangi produksi kemasan sekali pakai serta mengembangkan inovasi kemasan yang dapat digunakan kembali atau lebih mudah didaur ulang.

Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kebijakan pembatasan penggunaan sachet serta mendukung inisiatif-inisiatif berbasis masyarakat seperti gerakan pilah sampah untuk mendukung bank sampah, kegiatan Composting dan layanan isi ulang refill.

Melalui kegiatan ini, lanjut Eka, hasil brand audit diharapkan tidak hanya menjadi data semata, tetapi juga menjadi dasar advokasi untuk mendorong kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Kediri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....