Sebanyak 77 Persen Lulusan Program Pelatihan di Jombang Terserap Dunia Kerja

  • 31 Mar 2026 21:06 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Sebanyak 77 persen lulusan program pelatihan kerja di Kabupaten Jombang berhasil terserap ke dunia kerja hingga triwulan IV 2025. Capaian ini menunjukkan tingkat keberhasilan program pelatihan berbasis kompetensi yang dijalankan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat.

Berdasarkan data Disnaker, dari total 504 peserta pelatihan, sebanyak 503 orang mengikuti uji kompetensi dan 499 peserta dinyatakan lulus. Dari jumlah tersebut, 387 orang telah mendapatkan pekerjaan atau setara 77,56 persen.

Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdianto, menyampaikan bahwa pelatihan yang digelar difokuskan agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Program pelatihan kami rancang agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Karena itu, kami melibatkan berbagai pihak seperti lembaga pelatihan dan balai latihan kerja supaya lulusan benar-benar siap terserap,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Jenis pelatihan yang diberikan cukup beragam, mulai dari jahit, upper sepatu, digital marketing, kuliner, tata rias, hingga keahlian teknis seperti pengelasan dan otomotif.

Selain menyasar pencari kerja umum, program ini juga diperuntukkan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Sebanyak 46 peserta mengikuti pelatihan khusus CPMI dan seluruhnya dinyatakan lulus uji kompetensi. Dari jumlah tersebut, 33 orang telah bekerja atau sekitar 71,74 persen.

Pelatihan CPMI meliputi bidang housekeeper, perhotelan kapal pesiar, serta bahasa Jepang. Program ini diarahkan untuk memperluas peluang kerja di luar negeri bagi tenaga kerja asal Jombang.

Dalam pelaksanaannya, Disnaker juga memprioritaskan masyarakat dari kelompok ekonomi bawah. Tercatat 229 peserta atau sekitar 45,44 persen berasal dari desil kesejahteraan 1 hingga 4.

“Ada juga peserta dari kalangan disabilitas yang sudah berhasil ditempatkan bekerja. Ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan akses yang inklusif,” jelasnya.

Upaya penempatan kerja turut diperkuat melalui pelaksanaan job fair. Sepanjang 2025, dua kali kegiatan digelar dengan total ribuan lowongan kerja. Pada pelaksanaan pertama tersedia 1.311 lowongan dengan 394 orang terserap, sedangkan pada tahap kedua terdapat 3.952 lowongan dengan 519 penempatan tenaga kerja.

Di sisi lain, program pelatihan tenaga kerja mandiri juga menunjukkan hasil yang cukup tinggi. Dari 177 peserta, sebanyak 138 orang atau 77,97 persen telah menjalankan usaha secara mandiri, seperti servis AC, servis ponsel, budidaya lele, hingga menjadi konten kreator.

Ke depan, Disnaker berencana meningkatkan intensitas program penempatan kerja melalui skema “jemput kerja” yang akan digelar hingga empat kali dalam setahun.

“Kami tidak hanya menargetkan peningkatan angka partisipasi kerja, tetapi juga ingin menciptakan tenaga kerja yang mandiri dan produktif. Harapannya, angka pengangguran di Jombang bisa terus ditekan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....