Produksi Gula Jombang 2026 Ditarget 40 Ribu Ton
- 23 Feb 2026 21:20 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Produksi gula di Kabupaten Jombang pada 2026 ditargetkan mencapai 40 ribu ton gula kristal putih. Target tersebut disiapkan melalui peningkatan kapasitas giling dan produktivitas tebu, khususnya di wilayah kerja PG Tjoekir, Kecamatan Diwek.
General Manajer PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali menjelaskan, untuk merealisasikan target tersebut pihaknya membidik tebu tergiling sekitar 576 ribu ton selama musim giling tahun ini.
“Kami memproyeksikan tebu yang masuk ke pabrik sekitar 576 ribu ton. Dari angka itu, estimasi produksi gula kristal putih kurang lebih 40 ribu ton,” jelasnya, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menilai, capaian produksi tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Jombang dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian tebu mulai menunjukkan dampak terhadap semangat petani.
“Selama setahun ini kami melihat ada perhatian yang cukup serius dari kepala daerah terhadap penguatan sektor pangan, termasuk komoditas tebu sebagai bahan baku gula,” katanya.
Aziz menegaskan bahwa peningkatan produktivitas merupakan hasil kolaborasi banyak unsur, mulai dari dinas terkait, manajemen pabrik gula, PT SGN, hingga kelompok tani dan petani tebu.
“Upaya menaikkan hasil tebu ini tidak bisa berdiri sendiri. Semua pemangku kepentingan terlibat dan memiliki komitmen yang sama,” ucapnya.
Ia juga menyinggung kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam sejumlah kegiatan pertanian tebu, termasuk saat tanam perdana program bongkar ratoon. Menurutnya, keterlibatan langsung pimpinan daerah memberi dorongan psikologis bagi petani.
“Kehadiran pimpinan daerah di lapangan menjadi penyemangat tersendiri. Petani merasa diperhatikan dan didampingi dalam menjalankan program peningkatan produksi,” ujarnya.
Di samping itu, program bongkar ratoon juga hadir sebagai bagian dari kebijakan nasional terus dilaksanakan di wilayah kerja PG Tjoekir. Program ini bertujuan meremajakan tanaman tebu agar produktivitas kembali optimal.
Aziz menyampaikan bahwa implementasi program tersebut di Jombang berjalan cukup baik dan mendapat respons positif dari petani.
“Program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam rangka memperkuat ketahanan pangan. Di Jombang pelaksanaannya relatif lancar dan mendapat sambutan baik dari petani,” ujarnya.
Pada 2026, luas lahan yang masuk program bongkar ratoon di wilayah PG Tjoekir, khususnya Cukir, mencapai sekitar 1.356 hektare. Pemerintah memberikan dukungan berupa benih unggul dan bantuan biaya pengolahan lahan.
“Petani memperoleh bantuan bibit tebu dan dukungan biaya garap. Kualitas benih yang diberikan cukup baik, sehingga membantu meningkatkan kembali minat petani untuk menanam tebu secara optimal,” jelasnya.
Terkait jadwal panen, ia menerangkan bahwa musim giling direncanakan dimulai Mei 2026 untuk tanaman yang ditanam pada 2025. Sementara tanaman yang ditanam pada 2026 baru akan dipanen pada tahun berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....