Mitigasi Gagal Panen, Pemkab Jombang Perkuat Jaring Pengaman Petani

  • 31 Jul 2026 20:18 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang memperkuat jaring pengaman bagi petani sebagai langkah mitigasi terhadap risiko gagal panen yang dipicu perubahan iklim. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan kepesertaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) serta penyaluran bantuan benih bagi petani yang terdampak bencana maupun serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, mengatakan perubahan iklim membuat ancaman terhadap sektor pertanian semakin besar. Kondisi tersebut meningkatkan potensi kerusakan tanaman akibat banjir, kekeringan, hingga serangan hama dan penyakit, sehingga pemerintah memperluas perlindungan melalui program AUTP.

"Meningkatnya dampak perubahan iklim membuat risiko kerusakan tanaman semakin besar, baik karena banjir, kekeringan, maupun serangan hama dan penyakit. Melalui bantuan premi AUTP, pemerintah berupaya mengurangi kerugian yang harus ditanggung petani ketika mengalami gagal panen," ujar Rony, Jumat, 31 Juli 2026.

Pada 2026, Disperta Jombang mengalokasikan premi AUTP untuk lahan seluas 800 hektare dan mengusulkan tambahan kuota perlindungan seluas 500 hektare kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan agar lebih banyak petani memperoleh perlindungan asuransi ketika menghadapi risiko gagal panen.

Program AUTP juga telah memberikan manfaat kepada petani di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, yang lahannya terdampak banjir. Sebanyak 45 petani menerima pembayaran klaim dengan total nilai Rp178.620.000 untuk lahan seluas 29,77 hektare yang mengalami puso.

"Tahun ini kami telah mencairkan klaim AUTP kepada Kelompok Tani Jatirowo di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso. Sebanyak 45 petani menerima pembayaran klaim atas lahan terdampak banjir seluas 29,77 hektare dengan total nilai Rp178.620.000," jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, hingga musim tanam 2025–2026 terdapat 1.843 petani yang telah menjadi peserta AUTP dengan luas lahan mencapai 973,27 hektare. Kecamatan Kesamben menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, diikuti Kecamatan Megaluh dan Kecamatan Ploso.

Selain memperluas perlindungan melalui asuransi, Pemkab Jombang juga menyalurkan bantuan benih padi kepada petani yang terdampak bencana maupun serangan OPT. Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 3.000 kilogram benih disalurkan kepada lima kelompok tani di Kecamatan Ngusikan dan Sumobito untuk lahan seluas 120 hektare.

"Bantuan benih padi juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membantu petani yang terdampak bencana, baik akibat banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman," kata Rony.

Menurutnya, kombinasi perlindungan melalui AUTP dan bantuan benih diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha tani sekaligus mengurangi beban ekonomi petani saat menghadapi dampak perubahan iklim.

"Harapan kami, petani tetap dapat melanjutkan usaha taninya meskipun sempat mengalami kerugian akibat bencana. Perlindungan asuransi dan bantuan benih menjadi salah satu upaya agar sektor pertanian tetap produktif di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....