Santri Mendunia Melalui Beasiswa 2026
- 23 Feb 2026 15:42 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Upaya membuka akses pendidikan global bagi kalangan santri kembali mengemuka dari Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri. Melalui program beasiswa tahun 2026, lembaga kursus Global English Pare membuka jalur pembinaan bahasa Inggris yang diarahkan pada penguatan sumber daya manusia hingga persiapan studi ke luar negeri.
Bagi sebagian peserta, program ini menjadi ruang untuk menembus keterbatasan akses pendidikan yang ada di Indonesia. Moh. Tsabit Husain, peserta Beasiswa Santri Angkatan 25 jalur Teaching Clinic, menilai beasiswa tersebut bukan sekadar program belajar bahasa, melainkan pintu kesempatan.
“Yang paling penting bagi saya adalah akses pendidikan. Kita tahu akses pendidikan di Indonesia masih memiliki ketimpangan. Ada yang memiliki privilege, ada juga yang tidak,” ujarnya, saat diwawancarai RRI, Senin, 23 Februari 2026.
Sebagai santri, Tsabit mengaku terdorong mengikuti program ini untuk membuka peluang yang lebih luas. Ia menyebut, beasiswa menjadi salah satu cara untuk memperoleh kesempatan yang mungkin sulit dijangkau tanpa dukungan.
“Saya mencoba mendapatkan kesempatan itu melalui beasiswa. Pengalaman yang saya peroleh sangat banyak, mulai dari melatih public speaking, membangun relasi, hingga leadership,” katanya.
Ia juga berpesan agar keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
“Jika ingin belajar bahasa Inggris tetapi terkendala akses, jangan merasa minder. Tetap kejar dan jangan takut bermimpi setinggi mungkin. Selama ada kemauan dan usaha, selalu ada jalan, salah satunya melalui beasiswa,” ucapnya.
Sementara itu, Co-Founder Global English Pare, Agus Tri Winarso, menjelaskan bahwa pada 2026 pihaknya membuka tiga kategori beasiswa, yakni Scholarship Camp, Teaching Clinic, dan Beasiswa Santri.
Beasiswa Santri ini merupakan jalur khusus bagi peserta dari kalangan pesantren yang mengikuti skema Teaching Clinic, dengan kurikulum dan fasilitas serupa serta kuota tersendiri.
“Sudah dibuka mulai 26 Januari sampai 30 Maret 2026. Rata-rata Teaching Clinic hanya menerima 25 sampai 35 orang, Scholarship Camp sekitar 8 sampai 18 orang, dan beasiswa santri sekitar 10 orang,” jelasnya
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari kontribusi pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Kami bergerak di sektor pendidikan. Salah satu kunci menuju Indonesia Emas 2045 adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam keterampilan dan penguasaan bahasa,” ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....