Waspada DBD, Dinkes Jombang Intensifkan PSN

  • 23 Jan 2026 17:12 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Memasuki puncak musim hujan awal 2026, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jombang menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sebagai langkah utama pencegahan.

Dinkes Jombang mencatat, hingga pertengahan Januari 2026 terdapat 80 kasus DBD dan 32 kasus infeksi dengue fever (IDF) yang menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai puskesmas, RSUD, hingga rumah sakit swasta.

Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menyampaikan bahwa lonjakan kasus tersebut berkaitan erat dengan kondisi cuaca penghujan yang menciptakan banyak genangan air.

“Saat musim hujan, peningkatan kasus DBD hampir selalu terjadi. Nyamuk Aedes aegypti sangat mudah berkembang biak, bahkan pada genangan air yang sangat kecil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lingkungan rumah yang kurang terjaga dapat menjadi faktor risiko utama. Genangan air pada wadah sederhana, seperti tutup botol atau barang bekas di sekitar rumah, berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

“Kadang genangan air kecil yang tidak disadari justru menjadi sumber masalah. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan,” katanya.

Hexawan kembali menekankan bahwa PSN merupakan upaya paling efektif dalam menekan penularan DBD. Menurutnya, pengasapan atau fogging hanya bersifat sementara.

“Fogging bukan solusi utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Cara paling efektif tetap PSN, karena dapat memutus siklus hidup nyamuk,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan PSN sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, bukan semata mengandalkan petugas kesehatan.

“Kalau lingkungan bersih dan tidak ada sarang nyamuk, maka rantai penularan bisa dicegah sejak awal,” lanjut Hexawan.

Selain PSN, Dinkes Jombang juga memperkuat edukasi pencegahan DBD melalui puskesmas, sekolah, kantor desa, hingga media sosial resmi pemerintah daerah. Anak-anak sekolah menjadi salah satu sasaran utama karena termasuk kelompok rentan.

“Kami mendorong puskesmas untuk terus mengedukasi, terutama kepada anak-anak sekolah, agar sejak dini memahami perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....