Tertipu Arisan Fiktif, Korban Rugi Rp5 M
- 16 Des 2025 23:16 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Akibat dugaan tindak penipuan dengan modus arisan fiktif,
total kerugian yang dialami seluruh korban mencapai Rp5 Miliar.
Seperti yang diungkapkan korban perempuan berinisial E asal Kediri, pada Selasa (16/12/2025).
Pada kesempatan ini korban E menceritakan, kenal dengan terduga pelaku perempuan, berinisial NST yang berlatar belakang seorang penjual baju bekas (thrifting). Terduga NST diyakini berasal dari Kampung Dalem, Kota Kediri, Jawa Timur.
"Awal saya kenal pelaku NST itu sewaktu bisnis online yakni langganan baju bekas. Lalu karena sudah kenal lama, saya ditawari ikut arisan dengan nama get dan motel, sesuai yang diunggah di status pelaku, kemudian sewaktu ditanya amanah, pelaku meyakinkan korban jika arisan ini amanah," kata korban E.
Dari kenalan tersebut, korban E menjelaskan, ia diajak bergabung dengan skema arisan yang menjanjikan keuntungan balik modal berlipat-lipat dan dalam waktu cepat. Sementara, jika arisan lain pada kondisi normal maka tempo pengembalian modalnya satu bulan sekali.
"Kalau arisan di mbak NST ini tidak begitu, skemanya beda dengan arisan pada umumnya. Setelah saya titip uang arisan yang diberi jatuh tempo yang disepakati, maka uang yang tadinya saya setor tanggal 14 Desember 2025 nominalnya saat motel pada tanggal 24 Desember mendatang bisa berlipat menjadi Rp15 juta, jadi karena iming-iming keuntungan berlipat, saya tergiur," kata korban E.
Selain korban E, secara keseluruhan ada sebanyak 300 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di dalam maupun luar Kota Kediri, seperti Tulungagung, Nganjuk, Bali, hingga Kalimantan.
"Untuk nominal setoran bervariasi, disertai janji pencairan dana sesuai tanggal yang telah ditentukan. Pertama ini saya bayar Rp7 juta, terus tambah jadi Rp 10 juta tetapi hingga jatuh tempo, uang yang dijanjikan tidak pernah diterima dan akhirnya total kerugian saya Rp15 juta," kata korban E.
Senada dengan korban E, seorang perempuan setengah baya berinisial R menyebutkan, merugi lebih dari Rp55 juta akibat diduga tertipu perbuatan pelaku NST.
"Atas perbuatan NST ini, saya dan sejumlah korban sudah mendatangi rumah pelaku untuk menagih janjinya. Namun pelaku NST ini meminta saya dan korban lain bersabar, serta tidak memviralkan kasus ini, karena nanti uang mereka yang memperluas informasi itu tidak akan dicairkan," kata korban R.
Dalam keterangannya kepada jurnalis, korban R mengatakan, tertarik mengikuti arisan pelaku NST, setelah melihat unggahan media sosial pelaku yang menampilkan bukti pencairan arisan sebelumnya. Pemilik warung di Kediri itu menyampaikan, pada awalnya arisan dengan nominal kecil memang sempat cair sehingga menumbuhkan kepercayaan dan mencoba nominal lebih besar.
"Pertama itu, saya ambil get kecil-kecil dulu. Kemudian, ketika get kecil menghasilkan keuntungan besar, maka saya berani beli dengan nominal lebih besar karena kelihatannya amanah dan supaya dapat keuntungan berlipat-lipat," kata korban R.
Lebih lanjut, korban R mengemukakan,
sudah mengikuti arisan tersebut sejak awal November dan membeli puluhan slot arisan dengan janji keuntungan hingga dua kali lipat.
"Adapun, get yang terakhir saya beli Rp10 juta dan dijanjikan dapat Rp22 juta. Tapi semuanya tidak ada pencairan, sehingga di sini kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan selektif terhadap tawaran arisan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat," kata korban R.
Pada agenda keterangan pers ini, beberapa korban memperlihatkan bukti berupa tangkapan layar transfer serta percakapan pesan singkat dengan pelaku. Sejumlah bukti ini mencatat janji pencairan dana, nominal setoran, hingga komunikasi saat korban mulai menagih uang arisan yang tak kunjung cair.
Hingga berita ini diturunkan, para korban sudah melaporkan kasus ini ke Polres Kediri, tapi tidak mendapatkan tindak lanjut. Lantas, kini laporan kemudian dilayangkan ke Polda Jawa Timur dan saat ini tengah dalam penanganan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....