Museum Marsinah, Potret Ruang Belajar dan Penggerak Ekonomi Warga

  • 16 Mei 2026 22:06 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh, Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk kini diresmikan
  • Keberadaan museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk ini dapat menjadi pengingat bahwa keadilan harus ditegakkan

RRI.CO.ID, Nganjuk – Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh, Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk kini diresmikan.

Adapun prosesi peresmian museum tersebut dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Momentum penting ini juga turut dihadiri ratusan buruh dari berbagai daerah. Seperti yang dilakoni oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati yang memberangkatkan 1.100 pekerja menuju Museum Marsinah.

Museum ini berdiri tepat di samping rumah masa kecil Marsinah. Selain menyimpan dokumentasi perjuangan, kawasan ini dirancang menyatu dengan rumah singgah dan jalur ziarah, dengan harapan menjadi destinasi wisata edukasi sekaligus penggerak ekonomi warga.

Gubernur Jatim, Khofifah mengapresiasi penataan museum yang menurutnya rapi dan detail. Di dalam, pengunjung bisa melihat foto, kliping koran asli, pakaian yang dipakai Marsinah sebelum jasadnya ditemukan, hingga diorama situasi buruh pada tahun 1990-an.

"Di dalam kita bisa melihat berbagai dokumentasi perjuangan Ibu Marsinah. Bahkan museum ini juga menampilkan diorama situasi yang dihadapi buruh tahun 1990-an. Jadi kita bisa napak tilas bagaimana perjuangan buruh saat itu," kata Khofifah.

Lingkungan sekitar museum juga sudah bersiap. Desa Nglundo ditetapkan sebagai desa wisata oleh Bupati Nganjuk tahun 2026, lengkap dengan Pokdarwis yang mulai aktif mengelola. Khofifah menyebutkan, ini bisa membuat jejak Marsinah terus memberi manfaat bagi masyarakat.

Pembangunan museum didanai dari donasi buruh seluruh Indonesia dan keuangan KSPSI. Pengelolaannya berada di bawah Yayasan KSPSI dengan konsep penataan yang mengadopsi Museum Galeri Nasional Singapura.

Pada kunjungan kerja ini, Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menyatakan, museum ini sebagai pengingat bagi generasi muda tentang panjangnya perjuangan mendirikan bangsa. Ia menilai Marsinah mewakili suara buruh, nelayan, dan masyarakat kecil yang sering berada di pihak lemah.

"Perjuangan tersebut adalah lambang dari perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah. Orang miskin yang tidak punya kekuasaan, yang tidak punya kekuatan," kata Prabowo.

Tak hanya itu, imbuh Prabowo, penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk perbaikan atas peristiwa masa lalu.

Sebelumnya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, keberangkatan 1.100 pekerja dari kota Kediri ini memang untuk mengikuti peresmian museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk.

"Pada tanggal 1 Mei kemarin kita sama-sama telah memperingati hari buruh dan nantinya maka saat ini kita akan bersama-sama pula menghadiri peresmian museum Marsinah di Nganjuk," kata Vinanda.

Lebih lanjut, Vinanda berharap, keberadaan museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk ini dapat menjadi pengingat bahwa keadilan harus ditegakkan.

"Sosok pahlawan Marsinah ini juga merupakan sejarah penting dalam memperjuangkan hak-hak dan keadilan bagi para pekerja. Untuk itu saya juga memberikan apresiasi serta terima kasih kepada bapak ibu sekalian yang telah bekerja keras berjuang dan berdedikasi untuk kota Kediri," ungkap Vinanda.

Di lokasi sama, hadir Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Sekjen ITUC Shoya Yoshida, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, keluarga besar Marsinah, serta massa buruh dari seluruh Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....