Kartini Zaman Digital, Jesselyn Mengubah Laptop jadi Ruang Kelas Nusantara
- 21 Apr 2026 21:55 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Pada era masa kini, semangat dan perjuangan Pahlawan Kartini dalam bidang emansipasi perempuan, tak pernah lekang oleh waktu
- Apalagi selama beberapa tahun terakhir, berkat kerja keras dan kecintaan di dunia matematika, Jesselyn berhasil mengoleksi 50 medali dari olimpiade matematika, baik dari skala nasional maupun internasional
RRI.CO.ID, Kediri: Pada era masa kini, semangat dan perjuangan Pahlawan Kartini dalam bidang emansipasi perempuan, tak pernah lekang oleh waktu. Bahkan hal ini mampu memberi inspirasi, bagi seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, yang memiliki sejuta talenta dan prestasi internasional, bernama Jesselyn Michelle Setiobudi.
Perempuan asal Kediri, JawaTimur yang kini juga menjadi Founder Futureminds IDN mengaku, mempunyai mimpi yang berbeda, dibandingkan teman seusianya, yakni ingin mencerdaskan anak-anak di pelosok daerah melalui pelatihan olimpiade Matematika internasional secara gratis.
Meskipun, saat ini Jesselyn sedang menempuh pendidikan SMA-nya di St Joseph's Institution International Singapura, hal itu tak menjadi penghalang baginya, guna membagikan ilmunya kepada ratusan pelajar di Indonesia. Salah satunya, dengan cara belajar jarak jauh atau sistem online melalui zoom, yang didukung kemajuan teknologi dan ruang digital.
Apalagi selama beberapa tahun terakhir, berkat kerja keras dan kecintaan di dunia matematika, Jesselyn berhasil mengoleksi 50 medali dari olimpiade matematika, baik dari skala nasional maupun internasional.
"Kalau belajar matematika atau pelajaran lain saya selalu serius dan lebih suka saat suasana hening, sehingga bisa konsentrasi. Namun, karena sudah menguasai matematika, jadi saya fokus meningkatkan frekuensi belajar pada pelajaran yang belum saya kuasai," kata pelajar pengoleksi 50 medali olimpiade Matematika tingkat Nasional dan Internasional, Jesselyn Michelle Setiobudi, saat dihubungi, Selasa, 21 April 2026.
Bagi Jesselyn, puluhan medali yang dikoleksinya bisa disimpan rapi di suatu tempat. Namun, walaupun ia sudah berada di Singapura, tetapi mimpi anak-anak di pelosok nusantara tidak bisa menunggu.
Apalagi dari beragam prestasi yang diraih, salah satunya penghargaan Top in the World for Mathematics IGCSE pada Juni 2025.
Dengan berbekal itulah, Jesselyn bersama sang kakak, Jocelyn Cheryl Setiobudi berjuang membawa misi pemerataan pendidikan sebagai sebuah bentuk nyata semangat Kartini masa kini.
"Jarak yang jauh antara Indonesia dan Singapura bukan hambatan buat kami. Bahkan kami semakin bersemangat untuk membagikan tips memecahkan soal Matematika dengan anak-anak di penjuru daerah," kata Jesselyn.
Menanggapi prestasi anaknya, Afriana, sang ibunda dari Jesselyn mengungkapkan, sangat mendukung kegiatan positif yang dilakoni oleh anak tercintanya. Terlebih memang, sejak kecil hingga sekarang, anak kandungnya ini merupakan sosok yang rajin, patuh dengan nasihat orang tua dan mempunyai mimpi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk melalui pelatihan olimpiade Matematika internasional, bernama Futureminds IDN.
"Kami sebagai orang tua selalu mendukung mimpi besar anak. Apalagi anak saya ada dua, perempuan semua, jadi sudah sewajarnya kami berusaha keras memberi pendidikan sebaik mungkin demi masa depan mereka," kata Afriana.
Sang ibunda mengemukakan, dalam mengenalkan manfaat pelatihan Olimpiade Matematika internasional kepada khalayak luas, Jesselyn tidak bergerak sendiri, melainkan juga dibantu sang Kakak Jocelyn CherylSetiobudi dan beberapa temannya sebagai Co Founder, yang juga memiliki prestasi serupa tingkat global. Mereka ini antara lain Alden Onggowarsito, Chloe Hidayat, dan Cedric Maximillian Gunawan.
Dengan kehadiran rekannya ini, mereka mengoptimalkan media sosial TikTok maupun Instagram, sehingga mampu menarik antusias pelajar lain dalam belajar mengukir prestasi sejak usia dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....