RSUD Kaimana Catat 56 Kasus ISPA di tengah Karhutla
- 29 Sep 2026 06:06 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Paparan asap yang menyelimuti sejumlah wilayah turut berdampak terhadap kesehatan warga, terutama gangguan pada saluran pernapasan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaimana mencatat sebanyak 56 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 14 hingga 26 September 2026. Data tersebut tercatat ketika aktivitas Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kaimana.
Dokter Umum RSUD Kaimana, dr. Coendrat, menyampaikan data tersebut dalam rapat pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana di Ruang Rapat Pemerintah Kabupaten Kaimana, Senin 28 September 2026. Selain ISPA, dalam periode yang sama RSUD Kaimana mencatat 33 kasus asma, 23 kasus pneumonia, 17 kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta enam kasus bronkitis.
“Paparan asap tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat, dengan meningkatnya ISPA, asma, bronkitis dan pneumonia di Kaimana,” ujar dr. Coendrat.
Ia menjelaskan, asap akibat Karhutla mengandung partikel halus seperti PM2,5 dan PM10, gas beracun serta berbagai zat kimia. Partikel tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan memicu gangguan kesehatan, terutama jika seseorang terpapar dalam waktu lama.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk, sesak napas, tenggorokan terasa gatal, hingga mata perih dan berair. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan maupun jantung.
Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih terdampak asap. Jika harus beraktivitas di luar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker N95 untuk membantu mengurangi masuknya partikel halus ke saluran pernapasan.
| Baca juga: Cara Hadapi ISPA di Musim Pancaroba |
Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan makanan bergizi dan memperhatikan kondisi kesehatan tubuh. Warga yang mulai mengalami keluhan pernapasan disarankan tidak menunda pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Semakin sedikit paparan asap yang masuk ke tubuh, semakin kecil pula risiko gangguan kesehatan,” tambahnya.
RSUD Kaimana mengimbau masyarakat tetap waspada selama kondisi kabut asap akibat Karhutla masih berlangsung. Upaya mengurangi paparan asap, disertai kewaspadaan terhadap gejala gangguan pernapasan, dinilai penting untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....