Menembus Batas Malam: Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan tanpa Tidur?
- 27 Mei 2026 16:37 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Tidur adalah salah satu kebutuhan biologis paling mendasar bagi manusia, sama pentingnya dengan makan dan minum namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, seberapa lama tubuh kita benar-benar bisa bertahan jika kita terus terjaga? Dirangkum dari berbeagai sumber salah satunya dari situs hellosehat berikut informasinya untuk Anda.
Rekor Dunia dan Batas Medis
Secara historis, rekor dunia untuk waktu terlama tanpa tidur dipegang oleh seorang remaja asal Amerika Serikat bernama Randy Gardner pada tahun 1964. Ia berhasil tetap terjaga selama 11 hari 25 jam (sekitar 264 jam) untuk sebuah proyek sains sekolah.
Meskipun Gardner berhasil melewati tantangan tersebut tanpa kerusakan permanen, dunia medis saat ini sangat tidak menyarankan eksperimen serupa karena risikonya yang fatal bagi kesehatan mental dan fisik.
| Baca juga: Waktu Terbaik Minum Kopi Bukan Pagi Hari |
Apa yang Terjadi pada Tubuh dari Jam ke Jam?
Efek kekurangan tidur (deprivasi tidur) berkembang dengan sangat cepat dan merusak fungsi tubuh secara bertahap:
24 Jam Tanpa Tidur: Efeknya setara dengan memiliki kadar alkohol dalam darah sebesar 0,10% (di atas batas legal mabuk saat berkendara). Seseorang akan mulai mengalami penurunan konsentrasi, gangguan ingatan jangka pendek, dan koordinasi tubuh yang memburuk.
36 Jam Tanpa Tidur: Tubuh mulai mengalami stres berat. Hormon kortisol (hormon stres) meningkat, tekanan darah naik, dan metabolisme melambat. Pada fase ini, seseorang bisa mengalami microsleep kondisi tertidur selama beberapa detik tanpa disadari.
| Baca juga: Apa yang Terjadi jika Berhenti Minum Kopi |
48 Jam Tanpa Tidur: Sistem imun melemah secara drastis. Tubuh kesulitan melawan bakteri atau virus. Selain itu, kelelahan ekstrem akan memicu disorientasi arah dan kaburnya fokus mental.
72 Jam Tanpa Tidur (3 Hari ke Atas): Ini adalah titik kritis. Otak mulai mengalami halusinasi parah, paranoia, dan ilusi visual atau auditori. Kemampuan berpikir rasional hampir sepenuhnya hilang, dan suasana hati menjadi sangat tidak stabil.
Mengapa Tidur Begitu Vital?
Saat kita tidur, otak tidak sekadar beristirahat. Otak melakukan "pembersihan diri" dari racun-racun sisa metabolisme yang menumpuk selama kita terjaga (melalui sistem glimfatik). Selain itu, tidur adalah momen bagi tubuh untuk memperbaiki jaringan sel yang rusak dan mengonsolidasikan ingatan.
Tanpa tidur, organ-organ tubuh terutama otak dan jantung akan dipaksa bekerja melampaui batas kapasitasnya. Pada kasus yang sangat ekstrem, seperti penyakit langka Fatal Familial Insomnia (insomnia total akibat genetik), kekurangan tidur yang berkepanjangan pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ dan kematian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....