Lima Tanda Tubuh Kebanyakan Mengonsumsi Makanan Manis

  • 23 Jun 2026 13:35 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Makanan dan minuman manis memang selalu menggoda, mulai dari kopi susu kekinian, kue, hingga camilan sore ksrena Gula memicu pelepasan dopamin di otak yang menciptakan rasa senang sesaat. Namun, jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, tubuh akan mulai mengirimkan sinyal bahaya yang sering kali tidak kita sadari.

Bukan hanya soal berat badan, berikut adalah 5 tanda nyata bahwa tubuh Anda sudah kelebihan pasokan makanan manis:

1. Merasa Cepat Lelah dan "Brain Fog" (Linglung)

Apakah Anda sering merasa mengantuk berat atau lemas sekitar satu jam setelah makan siang atau ngemil manis? Fenomena ini dikenal dengan istilah sugar crash.

Saat Anda mengonsumsi gula berlebih, kadar glukosa darah akan melonjak tajam secara instan. Tubuh meresponsnya dengan memproduksi hormon insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan gula darah tersebut. Akibatnya, kadar gula darah langsung merosot drastis, membuat Anda merasa lemas, kehilangan fokus, hingga mengalami brain fog (sulit berkonsentrasi).

2. Terus-menerus Merasa Lapar dan "Craving"

Anehnya, semakin banyak gula yang Anda makan, semakin besar pula keinginan Anda untuk mengonsumsinya lagi. Gula sederhana sangat cepat dicerna oleh tubuh dan tidak mengandung serat ataupun protein yang bisa memberikan rasa kenyang.

Karena gula darah turun dengan cepat setelah melonjak, otak akan menangkap sinyal bahwa tubuh kekurangan energi. Hasilnya, muncul rasa lapar palsu dan keinginan kuat (craving) untuk kembali mencari makanan manis demi mendapatkan "suntikan" energi instan.

3. Kulit Mudah Berjerawat dan Tampak Kusam

Kondisi kulit adalah cerminan dari apa yang kita konsumsi. Konsumsi makanan manis yang berlebihan memicu lonjakan insulin yang dapat merangsang produksi kelenjar minyak (sebum) secara berlebih pada wajah. Hal inilah yang menyumbat pori-pori dan memicu peradangan berupa jerawat.

Selain itu, molekul gula berlebih di dalam darah dapat berikatan dengan protein (kolagen dan elastin) melalui proses bernama glikasi. Proses ini merusak elastisitas kulit, membuat kulit tampak lebih kusam, serta mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan.

4. Suasana Hati (Mood) yang Tidak Stabil

Gula tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Fluktuasi atau naik-turunnya kadar gula darah secara ekstrem akibat makanan manis dapat memicu perubahan suasana hati yang cepat.

Anda mungkin merasa sangat berenergi dan ceria saat baru selesai makan kue manis, namun berubah menjadi mudah tersinggung, cemas, atau uring-uringan ketika kadar gula tersebut anjlok beberapa saat kemudian.

5. Masalah Pencernaan Seperti Perut Kembung

Terlalu banyak gula dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma atau ekosistem bakteri di dalam usus Anda. Bakteri jahat dan jamur di dalam saluran pencernaan sangat menyukai gula sebagai makanan utamanya.

Ketika bakteri-bakteri ini berkembang biak terlalu cepat karena pasokan gula yang melimpah, proses fermentasi di dalam usus meningkat. Dampaknya, produksi gas akan berlebih, yang memicu gejala pencernaan tidak nyaman seperti perut kembung, begah, atau bahkan perubahan pola buang air besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....