Mengapa Makan Terlalu Cepat Dapat Merusak Pencernaan Anda
- 07 Okt 2025 13:00 WIB
- Kaimana
KBRN, Kaimana : Di tengah kesibukan sehari-hari, seringkali kita tergoda untuk menghabiskan makanan dalam waktu singkat namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan makan terlalu cepat dapat menimbulkan dampak negatif yang signifikan pada sistem pencernaan? Ini bukan hanya soal ketidaknyamanan sesaat, melainkan potensi bahaya jangka panjang. Dilansir dari berbagai sumber, salah satunya dari situs alodokter.com, berikut alasan mengapa makan terlalu cepatdapat merusak pencernaan.
1. Menelan Udara Berlebihan (Aerofagia)
Ketika Anda makan dengan tergesa-gesa, Anda cenderung menelan lebih banyak udara. Kondisi ini dikenal sebagai aerofagia. Udara yang terperangkap ini kemudian harus dikeluarkan, yang dapat menyebabkan rasa kembung, bersendawa berlebihan, dan bahkan nyeri gas yang tidak nyaman di perut.
2. Beban Kerja Berlebihan pada Lambung
Proses pencernaan yang ideal dimulai di mulut. Dengan mengunyah perlahan, makanan dipecah menjadi partikel yang lebih kecil dan dicampur dengan air liur yang mengandung enzim pencernaan awal. Saat Anda makan cepat, Anda cenderung mengunyah kurang tuntas.
Ini memaksa lambung untuk bekerja jauh lebih keras dalam memecah potongan makanan yang masih besar. Lambung harus memproduksi lebih banyak asam dan berkontraksi lebih kuat, yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan pencernaan (dispepsia) dan potensi iritasi pada lapisan lambung.
3. Gangguan Sinyal Kenyang
Pencernaan dan rasa kenyang diatur oleh kompleksitas hormon dan sinyal antara perut dan otak. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit bagi otak Anda untuk menerima sinyal bahwa perut sudah penuh.
Jika Anda makan terlalu cepat, Anda akan menghabiskan porsi besar sebelum sinyal ini sempat mencapai otak. Akibatnya, Anda cenderung makan berlebihan (overeating) Kebiasaan makan berlebihan ini memberikan tekanan lebih lanjut pada sistem pencernaan dan seringkali menjadi akar masalah kesehatan lain seperti penambahan berat badan atau refluks asam.
4. Refluks Asam dan Heartburn
Makan cepat, terutama saat Anda mengonsumsi makanan porsi besar, dapat meningkatkan tekanan di dalam perut. Peningkatan tekanan ini bisa memaksa isi lambung, termasuk asam lambung, kembali naik ke kerongkongan. Sensasi terbakar yang dikenal sebagai heartburn atau refluks asam adalah hasilnya, yang bisa sangat menyakitkan.
Solusi: Kembali ke Mindful Eating
Untuk melindungi pencernaan Anda, mulailah praktik makan penuh kesadaran (mindful eating). Coba letakkan sendok dan garpu di antara suapan, nikmati aroma dan tekstur makanan, dan pastikan Anda mengunyah setiap suapan hingga benar-benar halus. Memberi waktu yang cukup bagi tubuh untuk mencerna adalah investasi terbaik bagi kesehatan pencernaan Anda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....