Damkar Kaimana Siaga 24 Jam Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan

  • 01 Okt 2026 16:13 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kaimana memastikan personelnya tetap siaga 1x24 jam untuk merespons kondisi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan di tengah kemarau berkepanjangan yang mulai berdampak langsung terhadap masyarakat. Selain meningkatkan potensi Karhutla, kekeringan juga membuat sejumlah warga kesulitan memperoleh air bersih.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kaimana, Chantrik Maipauw, S.IP., mengatakan petugas Damkar terus melakukan pemantauan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak.

Hal itu disampaikannya saat memantau proses suplai air bersih kepada warga di Kompleks RT 04 Kampung Trikora Kaimana, Jalan Belakang Bandara, Rabu 30 September 2026.

Chantrik menjelaskan, respons terhadap persoalan kekeringan telah dilakukan sejak Senin 28 September 2026, setelah pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai menipisnya ketersediaan air bersih di sejumlah lokasi.

“Pada hari Senin 28 September kami dari Pemadam Kebakaran merespons cepat informasi dari masyarakat setempat terkait dampak kekeringan. Kami mengerahkan truk tangki pemadam untuk menyuplai air bersih ke rumah-rumah masyarakat yang berada di Air Merah,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan pelayanan di kawasan Air Merah, petugas kemudian bergerak ke Kompleks Kebun Kelapa Gunung untuk kembali menyalurkan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Pemadam Kebakaran telah melakukan bantuan air bersih kepada warga di beberapa tempat pada hari Senin dan Selasa, 28 dan 29 September kemarin,” katanya.

Pada Rabu kemarin, giliran warga RT 04 Kampung Trikora, kawasan Jalan Belakang Bandara, yang mendapat bantuan. Petugas turun ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kondisi kekeringan yang dialami warga.

Di lokasi, petugas menemukan kondisi sumur atau perigi warga mengalami penurunan debit air secara signifikan. Bahkan, sebagian sumur masyarakat disebut telah mengalami kekeringan setelah kondisi tersebut berlangsung selama beberapa bulan.

“Kali ini kami menyuplai air bersih di lokasi Kampung Trikora, tepatnya di RT 04 Jalan Belakang Bandara. Kami menyuplai air bersih dua kali karena di situ juga banyak pemukiman warga dan mereka memang benar-benar terdampak kekeringan,” jelas Chantrik.

Menurutnya, bantuan air bersih akan terus diberikan selama kondisi kemarau masih berlangsung. Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan berkomitmen memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Chantrik juga meminta masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih segera melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran atau mendatangi pos Damkar. Laporan warga dinilai penting agar petugas dapat memetakan wilayah yang membutuhkan bantuan dan menentukan langkah penanganan.

“Kami juga mengharapkan kerja sama dari pihak RT untuk melihat dampak kekeringan dan kesulitan air bersih di wilayah masing-masing. Kalau ada warga yang membutuhkan, RT bisa langsung menghubungi kami di pos Pemadam Kebakaran,” ungkapnya.

Di tengah kemarau yang meningkatkan risiko kekeringan sekaligus Karhutla, Chantrik menegaskan kesiapsiagaan petugas akan terus dijaga. Damkar Kaimana memastikan personel tetap berada dalam kondisi siap bergerak untuk memberikan pertolongan ketika masyarakat membutuhkan.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran. Menurutnya, kondisi kering membutuhkan perhatian semua pihak agar ancaman Karhutla tidak semakin meluas dan kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat ditangani dengan cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....