Kasal: TNI AL Harus Terus Bertransformasi Hadapi Ancaman

  • 10 Sep 2026 19:57 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana — TNI Angkatan Laut (TNI AL) didorong terus bertransformasi menjadi kekuatan maritim yang modern, tangguh, profesional, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan ancaman di wilayah laut. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam amanat yang dibacakan Komandan Lanal Kaimana Mayor Laut (P) Efraim Pongsendana pada apel siaga HUT ke-81 TNI AL di Mako Lanal Kaimana, Kamis 10 September 2026.

Peringatan Hari Jadi ke-81 TNI AL tahun 2026 mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Apel tersebut kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran sebagai bagian dari rangkaian peringatan.

Dalam amanatnya, Kasal mengatakan peringatan hari jadi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial untuk mengenang perjalanan panjang TNI AL. Momentum tersebut harus menjadi sarana evaluasi atas capaian yang telah diraih sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan pertahanan pada masa mendatang.

Menurutnya, TNI AL memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan. Laut bukan hanya wilayah kedaulatan, tetapi juga menjadi jalur perdagangan dan komunikasi, penghubung antardaerah, sumber energi dan sumber daya, serta ruang strategis bagi kepentingan nasional.

Karena itu, seluruh jajaran TNI AL dituntut menjaga kesiapan untuk hadir dan mengamankan wilayah maritim sesuai tanggung jawab masing-masing. Tantangan tersebut semakin kompleks seiring dinamika geopolitik dan persaingan global yang menempatkan kawasan laut sebagai ruang strategis berbagai kepentingan.

Kasal menjelaskan spektrum ancaman saat ini tidak lagi terbatas pada konflik bersenjata. Perang informasi, serangan siber, tekanan ekonomi, gangguan terhadap infrastruktur, aktivitas grey zone, hingga penggunaan kekuatan militer menjadi bentuk ancaman yang perlu diantisipasi.

Perkembangan teknologi juga mengubah pola peperangan dan operasi militer. Kecerdasan buatan, sistem tanpa awak, sensor canggih, senjata jarak jauh, pengolahan data, serta sistem informasi menuntut kemampuan adaptasi dan inovasi secara berkelanjutan.

“Kondisi ini memberikan pesan yang jelas pada kita semua, bahwa TNI Angkatan Laut harus terus bertransformasi dan berinovasi tanpa henti. Kita tidak boleh menghadapi tantangan masa depan dengan cara berpikir masa lalu,” tegas Kasal.

Dalam pembangunan kekuatan, Kasal mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap peningkatan kemampuan pertahanan, termasuk penambahan alat utama sistem senjata (Alutsista). Namun, modernisasi peralatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kekuatan TNI AL, lanjutnya, harus ditopang prajurit yang kompeten, doktrin dan organisasi yang relevan, sistem komando dan kendali yang efektif, jaringan informasi terintegrasi, serta dukungan logistik yang mampu menjamin keberlangsungan operasi.

Kesiapsiagaan juga diarahkan untuk menghadapi ancaman nonmiliter dan kondisi darurat. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung api, serta bencana lainnya membutuhkan kehadiran negara secara cepat untuk membantu masyarakat. “Oleh karena itu saya perintahkan, seluruh prajurit dan Alutsista TNI Angkatan Laut harus selalu siap dikerahkan untuk membantu negara dan masyarakat setiap saat,” ujarnya.

Selain tugas pertahanan, TNI AL diminta memperkuat peran sosial melalui berbagai program kemasyarakatan. Di antaranya gerakan Aku Cinta Laut, pembersihan pantai, sungai dan laut, makan bergizi gratis, bakti sosial, penyaluran bahan pokok, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ikan dan penguatan UMKM.

Pada bagian akhir amanat, Kasal menekankan tiga hal utama kepada seluruh jajaran, yakni menjaga kesiapsiagaan operasi, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat sinergi. Prestasi dalam pemberantasan penyelundupan narkotika, illegal fishing, pengamanan sumber daya alam, dan wilayah laut juga diminta terus dipertahankan serta ditingkatkan.

Kasal turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AL beserta keluarga atas loyalitas dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia menegaskan sasaran utama yang harus diwujudkan adalah TNI AL yang modern, tangguh, profesional, dan mampu menjalankan setiap tugas negara secara optimal. Peringatan HUT ke-81 TNI AL di Lanal Kaimana kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....