Lapas Kaimana Gelar Razia Gabungan, 15 Orang Jalani Tes Urine

  • 22 Sep 2026 07:51 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kaimana memperketat pengawasan keamanan dengan menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap petugas serta warga binaan, Sabtu 19 September 2026. Kegiatan yang melibatkan unsur TNI dan Polri tersebut menjadi langkah deteksi dini untuk mencegah masuknya barang terlarang sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

Razia dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-16.OT.02.02 Tahun 2026 tertanggal 14 September 2026 tentang peningkatan kewaspadaan dalam rangka deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban pada Lapas, LPKA dan Rutan di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan juga mengacu pada Surat Edaran Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua Barat tertanggal 16 September 2026 yang menginstruksikan jajaran pemasyarakatan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti jajaran petugas Lapas Kelas III Kaimana bersama personel TNI dan Polri. Kepala Lapas Kelas III Kaimana, Yoseph Soleman Rumbiak, menekankan pentingnya pemeriksaan rutin sebagai langkah pencegahan sebelum munculnya gangguan keamanan.

Usai apel, petugas gabungan langsung melakukan penggeledahan di sejumlah titik. Pemeriksaan menyasar blok dan kamar hunian warga binaan, rumah ibadah, bengkel kerja, dapur hingga poliklinik Lapas.

Setiap area diperiksa untuk memastikan tidak terdapat barang terlarang maupun benda yang berpotensi disalahgunakan dan mengganggu keamanan serta ketertiban. Pemeriksaan menyeluruh tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan di dalam Lapas.

Tak hanya penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine terhadap 15 orang yang terdiri dari lima petugas Lapas dan 10 warga binaan. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Hasilnya, seluruh 15 orang yang menjalani tes urine dinyatakan nonreaktif. Lima petugas dan 10 warga binaan yang diperiksa tidak menunjukkan indikasi penggunaan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Kepala Lapas Kelas III Kaimana Yoseph Soleman Rumbiak mengatakan razia dan tes urine merupakan bagian dari komitmen jajarannya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Razia dan tes urine ini merupakan langkah deteksi dini sekaligus bentuk komitmen kami dalam menjaga Lapas Kelas III Kaimana tetap aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Sinergi dengan TNI dan Polri akan terus kami tingkatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” ujar Yoseph.

Ia menegaskan upaya pencegahan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Pengawasan dan deteksi dini dinilai penting untuk meminimalisir potensi gangguan sekaligus menjaga kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.

Rangkaian razia gabungan dan tes urine berlangsung aman, tertib dan kondusif. Lapas Kelas III Kaimana memastikan langkah serupa akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....