Dimediasi Polisi, Pemalangan Proyek Jalan Yamor Akhirnya Dibuka

  • 19 Sep 2026 19:58 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana – Pemalangan alat berat excavator dan lokasi pembangunan ruas jalan di Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, akhirnya dibuka setelah personel Pos Polisi (Pospol) Yamor melakukan mediasi dengan masyarakat dan pihak kontraktor, Kamis 17 September 2026 malam. Aksi pemalangan sebelumnya dilakukan tokoh adat dan masyarakat setempat sebagai bentuk keberatan terhadap pembangunan jalan yang dinilai belum memenuhi harapan warga. Masyarakat menginginkan akses tersebut terus dikerjakan hingga terhubung dengan Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kapolres Kaimana AKBP Satria Dwi Dharma melalui Kapolsek Yamor Iptu Riky Eramuri yang disampaikan Kapolpos Yamor Bripka Marten Wayoi mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima informasi mengenai pemalangan.

“Kemarin sore saya sudah perintahkan beberapa personel anggota Pospol Yamor ke lokasi pemalangan dan juga saya sampaikan melakukan mediasi dengan kedua pihak, baik itu kontraktor maupun masyarakat setempat, untuk mencari dan mendapatkan solusi yang terbaik,” ujarnya.

Mediasi dilakukan dengan pendekatan persuasif. Dalam proses tersebut, masyarakat maupun kontraktor diberi ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi masing-masing sehingga persoalan dapat dibahas bersama tanpa berkembang menjadi konflik.

Hasil komunikasi tersebut membuahkan kesepakatan. Masyarakat akhirnya membuka pemalangan terhadap alat berat excavator dan lokasi pekerjaan, sehingga aktivitas pembangunan dapat kembali dilanjutkan sambil menunggu tindak lanjut pemerintah terkait aspirasi warga.

Meski pemalangan telah dibuka, tokoh adat dan masyarakat Yamor tetap menyampaikan sejumlah catatan kepada kontraktor serta Pemerintah Provinsi Papua Barat. Mereka meminta pembangunan tidak berhenti pada ruas yang telah dikerjakan saat ini, tetapi diteruskan hingga membuka konektivitas menuju Nabire.

Menurut masyarakat, akses tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan warga Yamor, terutama untuk memperlancar mobilitas sekaligus mengangkut hasil perkebunan dan hasil perburuan menuju wilayah pemasaran.

“Puji syukur masyarakat sudah menyampaikan beberapa pesan kepada pihak Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk dapat melihat dan segera menyelesaikan hal ini sehingga proses pembangunan jalan bisa dilanjutkan ke Nabire. Palang tersebut sudah dibuka dengan beberapa catatan dan pesan dari masyarakat dan tokoh adat setempat,” kata Marten.

Ia berharap kesepakatan yang dicapai melalui mediasi dapat menjadi langkah awal untuk menyelesaikan persoalan pembangunan secara damai. Seluruh pihak juga diharapkan menjaga komunikasi agar aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban di Distrik Yamor.

Dengan dibukanya kembali akses proyek, pekerjaan pembangunan jalan kini dapat berjalan sambil menunggu kebijakan serta tindak lanjut pemerintah terhadap permintaan masyarakat. Bagi warga Yamor, keberlanjutan pembangunan menjadi harapan untuk membuka konektivitas darat dan memperkuat akses ekonomi maupun pelayanan dasar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....