BPBD Kaimana Ungkap Kendala Padamkan Api di tengah Hutan Kensi & Eregara
- 17 Sep 2026 16:43 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Tim gabungan pemadam kebakaran telah kembali ke Kota Kaimana setelah meninjau dan melakukan penanganan kebakaran hutan di Kampung Kensi, Distrik Arguni Atas, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Tim ditarik kembali pada Rabu malam, 16 September 2026, setelah menjalankan misi sejak Senin, 14 September 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Kaimana Hans J.M. Litaay mengatakan, saat tiba di Kampung Kensi, sebagian titik api yang berada di sekitar permukiman warga telah padam. Namun, kebakaran di bagian tengah hutan masih berlangsung hingga saat ini.
“Yang dekat dengan permukiman sudah sebagian besar padam. Tetapi yang di tengah hutan masih menyala dan kami tidak bisa menjangkaunya karena keterbatasan peralatan,” kata Hans kepada RRI saat dikonfirmasi, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya, petugas hanya dapat memadamkan titik api yang berada di lahan perkebunan masyarakat, terutama lokasi yang tidak jauh dari jalan. Penanganan masih memungkinkan dilakukan hingga sekitar 100 meter dari akses jalan menggunakan peralatan yang tersedia.
Kendala utama, kata Hans, adalah jarak sumber air dengan lokasi kebakaran yang cukup jauh. Mesin pompa atau alkon tidak mampu menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan. Tim kemudian menggunakan alat semprot dengan membawa air menggunakan kendaraan dari sumber air di sekitar jalan.

“Air kami bawa dengan mobil sampai pinggir jalan, kemudian alat semprot diisi dan dibawa masuk ke dalam hutan. Kalau menggunakan mesin alkon, jangkauannya tidak sampai karena sumber air cukup jauh,” jelasnya.
Hans menyebutkan, sebagian besar kebakaran di wilayah Kampung Kensi dan Eregara telah berhasil dipadamkan. Penanganan difokuskan untuk mencegah api merambat mendekati permukiman warga. Hingga tim meninggalkan lokasi, seluruh rumah penduduk dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak ada yang terbakar.
Meski demikian, kebakaran berdampak terhadap ketersediaan bahan pangan masyarakat. Sejumlah kebun warga terbakar sehingga hasil pertanian yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari tidak lagi dapat dimanfaatkan. Warga masih bertahan di rumah masing-masing karena permukiman mereka berada dalam kondisi aman.
“Kalau yang dekat rumah, seperti pisang, masih bisa diambil untuk makan. Tetapi kebun-kebun masyarakat sudah terbakar sehingga hasilnya tidak bisa lagi diambil,” ungkap Hans.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, kehutanan, TNI/Polri dan unsur terkait lainnya kini telah kembali ke Kota Kaimana. Meski demikian, BPBD meninggalkan sejumlah peralatan pemadam di Kampung Kensi untuk digunakan masyarakat apabila kembali terjadi kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....