Gejala dan Dampak Kekurangan Yodium

  • 29 Jun 2026 08:52 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.Id, Kaimana - Yodium adalah salah satu jenis mineral mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, meskipun dalam jumlah yang relatif kecil. Peran utamanya adalah sebagai bahan baku utama bagi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid (tiroksin dan triiodotironin). Hormon-hormon inilah yang mengendalikan metabolisme tubuh, mengatur suhu badan, serta menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak yang optimal.

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan yodium yang cukup dari makanan sehari-hari, maka kondisi kekurangan yodium atau Iodine Deficiency Disorders (IDD) akan terjadi. Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang serius, mulai dari masalah fisik hingga penurunan fungsi kognitif.

Dirangkum dari beberapa sumber diantaranya Hello sehat.com tentang gejala dan dampak Kekurangan yodium tidak terjadi dalam semalam, melainkan akibat dari defisit yang berlangsung terus-menerus.

Berikut adalah beberapa gejala klinis dan dampak utama yang paling sering muncul:

1. Pembengkakan Kelenjar Tiroid (Penyakit Gondok)

Ini adalah gejala yang paling khas dan mudah dikenali. Ketika tubuh kekurangan yodium, kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher dipaksa bekerja ekstra keras untuk menangkap sisa-sisa yodium di dalam darah. Akibat stimulasi yang berlebihan dari hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormone), sel-sel tiroid akan membesar hingga membentuk benjolan atau pembengkakan di leher yang disebut gondok.

2. Gejala Hipotiroidisme (Penurunan Metabolisme)

Kurangnya yodium menyebabkan produksi hormon tiroid merosot tajam, memicu kondisi yang disebut hipotiroidisme. Karena metabolisme tubuh melambat, penderita akan merasakan gejala seperti:

  • Rasa lelah dan lesu yang berkepanjangan tanpa sebab yang jelas.
  • Sensitivitas berlebih terhadap suhu dingin (mudah kedinginan).
  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba meskipun porsi makan tidak bertambah.
  • Kulit menjadi sangat kering, bersisik, dan rambut mudah rontok.
  • Sembelit atau konstipasi kronis.

3. Gangguan Perkembangan pada Ibu Hamil dan Janin

Kekurangan yodium pada ibu hamil adalah kondisi yang sangat berbahaya karena berdampak langsung pada janin. Janin sangat bergantung pada hormon tiroid ibunya untuk perkembangan otak dan sistem saraf.

  • Dampak Fatal: Defisiensi berat pada masa kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran mati, atau bayi lahir dengan kondisi kretinisme (stunting ekstrem yang disertai keterbelakangan mental dan gangguan pendengaran/wicara).

4. Penurunan Kemampuan Belajar pada Anak

Pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, kekurangan yodium tingkat ringan hingga sedang sekalipun dapat menurunkan kapasitas intelektual dan performa akademis mereka. Anak menjadi sulit berkonsentrasi, lambat dalam berpikir, dan mudah lelah saat beraktivitas di sekolah.

Faktor Risiko dan Penyebab Utama

Secara umum, penyebab utama dari kondisi ini adalah pola makan yang rendah kandungan yodium. Namun, ada beberapa faktor pendukung lainnya:

  • Faktor Geografis: Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan atau pedalaman yang jauh dari laut memiliki risiko lebih tinggi. Hal ini dikarenakan tanah di wilayah tersebut biasanya sudah terkikis kadar yodiumnya, sehingga tanaman atau hewan ternak yang hidup di sana juga rendah yodium.
  • Konsumsi Makanan Goitrogenik Berlebih: Mengonsumsi makanan seperti singkong, kubis, atau tiwul dalam jumlah sangat besar tanpa diimbangi asupan yodium dapat menghambat penyerapan yodium oleh kelenjar tiroid.

Kesimpulan : Kekurangan yodium adalah ancaman tersembunyi yang dapat menurunkan kualitas hidup dan masa depan generasi penerus. Dengan menerapkan pola makan seimbang dan memastikan penggunaan garam beryodium secara tepat di rumah, Anda dan keluarga dapat terhindar dari bahaya penyakit gondok maupun gangguan kesehatan lainnya yang dipicu oleh defisit mineral ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....