Pelatihan Noken Kaimana Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi
- 05 Jun 2026 07:06 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua Barat menggelar pelatihan pembuatan noken di Kabupaten Kaimana, Rabu 3 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Green Papua Hotel tersebut menjadi upaya pelestarian warisan budaya Papua sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Pelatihan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Kaimana Bidang Pembangunan, Azer Nyai, yang hadir mewakili Bupati Kaimana. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya, Bidang Pamong Budaya, Abdul Razak Macap, serta diikuti oleh para pengrajin dan peserta dari berbagai kalangan.
Dalam sambutan Bupati Kaimana yang dibacakan Azer Nyai, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada Disbudpar Papua Barat atas penyelenggaraan pelatihan yang dinilai sebagai langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Menurutnya, noken tidak hanya memiliki fungsi sebagai alat membawa barang, tetapi juga mengandung nilai budaya, filosofi hidup, serta identitas masyarakat Papua yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Noken bukan sekadar kantong untuk membawa barang. Di dalam jalinan seratnya terdapat filosofi, kerja keras, dan warisan budaya takbenda yang harus dimaknai sebagai tanggung jawab besar,” tegas Azer Nyai.
Ia berharap pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juni 2026, dapat meningkatkan kualitas hasil kerajinan noken di Kabupaten Kaimana. Selain itu, peserta diharapkan mampu mengembangkan motif dan teknik pewarnaan yang menjadi ciri khas daerah sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Azer juga mendorong seluruh peserta untuk mengikuti setiap materi dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan serta keterampilan pembuatan noken tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Tetap berinovasi dan jadilah agen perubahan dalam menjaga serta melestarikan noken di Tanah Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Provinsi Papua Barat, Ja’far Werfete, mengatakan noken merupakan salah satu warisan budaya yang telah mendapat pengakuan dunia setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 4 Desember 2012.
Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan noken agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Selain sebagai tas tradisional, noken memiliki makna sebagai lambang kesuburan dan perdamaian, serta mengandung filosofi mendalam bagi Orang Asli Papua,” kata Ja’far.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Barat akan terus berkomitmen mendukung berbagai program pengembangan kebudayaan dan pariwisata, termasuk peningkatan kapasitas para pengrajin, guna memperkuat identitas budaya Papua sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....