Workshop PMI Papua Ditargetkan Hasilkan Rencana Tanggap Darurat
- 26 Agt 2026 14:36 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Workshop Kemanusiaan PMI di Papua ditargetkan menghasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang konkret. Hasil tersebut diharapkan memperkuat kesiapan PMI menghadapi situasi kedaruratan dan konflik sosial.
Gubernur Papua, Matius Fakhiri, menyampaikan target tersebut melalui sambutan yang dibacakan Pj Sekda Papua, Christian Sohilait, saat membuka workshop di Jayapura, Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan mengusung tema “Markas Tangguh, Relawan Siaga”.
Fakhiri meminta workshop tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Hasil pelatihan harus diterjemahkan menjadi kesiapan operasional ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.
“Saya berharap workshop ini menghasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang konkret,” kata Fakhiri. “Termasuk penguatan koordinasi antara PMI kabupaten dan kota, PMI provinsi, PMI pusat, serta pemangku kepentingan.”
Menurut Fakhiri, koordinasi menjadi bagian penting dalam pelayanan kemanusiaan di Papua. Setiap unsur perlu memahami tugas dan tanggung jawab sebelum kondisi darurat terjadi.
Fakhiri juga meminta adanya pembagian peran yang jelas di antara pengurus, staf, dan relawan PMI. Kesiapan tersebut perlu didukung rencana kontingensi dan operasi tanggap darurat yang dapat diterapkan.
“Ketika kedaruratan terjadi, kita sudah siap, terlatih, terkoordinasi, dan hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Workshop tersebut membahas manajemen kemarkasan dan relawan dalam situasi kedaruratan dan konflik sosial. Materinya mencakup Safer Access Framework, manajemen posko, rantai komando, asesmen kebutuhan, logistik, komunikasi, dan pelaporan.
Fakhiri mengatakan pemerintah membutuhkan sinergi dengan PMI dan berbagai unsur lainnya. Kolaborasi juga diperlukan bersama TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Papua tidak dapat dibangun oleh satu pihak,” kata Fakhiri. “Papua akan semakin kuat apabila kita berjalan bersama dalam semangat gotong royong dan persaudaraan.”
Fakhiri berharap hasil workshop memperkuat pelayanan kemanusiaan di seluruh Papua. Kapasitas yang dibangun harus mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat.
Workshop Kemanusiaan tersebut resmi dibuka pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan mempertemukan PMI Papua, PMI Pusat, ICRC, narasumber, fasilitator, mitra, dan peserta terkait pelayanan kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....