TNI Bantah Tudinga Intimidasi Terhadap Warga Gereja di Puncak Jaya

  • 13 Agt 2026 07:57 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Koops TNI Habema memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan intimidasi oleh personel TNI Pos Wuloni terhadap umat Stasi Santa Sisilia Wuloni, Paroki Santo Petrus Ilaga, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.

Koops TNI Habema menegaskan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan adanya arahan maupun tindakan personel Pos Wuloni yang bertujuan memberikan tekanan kepada pihak gereja ataupun umat dalam penyampaian ucapan terima kasih kepada TNI dan Pemerintah Republik Indonesia.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengatakan, TNI menghormati gereja sebagai ruang kehidupan rohani masyarakat sekaligus bagian penting dalam perjalanan masyarakat Papua.

Ditegaskan, pihaknya sangatmenghormati gereja, para pemimpin agama, dan seluruh umat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman, bukan rasa takut.

"Karena itu, kami selalu menekankan kepada setiap prajurit untuk membangun komunikasi dengan cara yang humanis, menghargai masyarakat, adat, serta kehidupan keagamaan di Papua," ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna menjelaskan, ucapan terima kasih yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan dukungan terhadap renovasi Gereja Stasi Santa Sisilia Wuloni dan perbaikan fasilitas sekolah dasar di wilayah tersebut.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat dan tidak dimaksudkan untuk membebani masyarakat dengan kewajiban memberikan dukungan maupun pernyataan tertentu.

"Bagi kami, membantu gereja dan sekolah adalah bagian dari pengabdian. Tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk membalasnya dengan pernyataan apa pun," tegas Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.

"Yang terpenting adalah rumah ibadah dapat digunakan dengan baik, anak-anak dapat belajar dengan layak, dan hubungan TNI dengan masyarakat terus dibangun atas dasar saling percaya dan saling menghormati," tambahnya.

Lanjut Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, Koops TNI Habema sangat memahami bahwa masyarakat Papua memiliki pengalaman, pandangan, dan harapan yang beragam. Setiap masukan, kata dia, akan dihormati dan menjadi bahan evaluasi agar kehadiran prajurit di tengah masyarakat semakin profesional, humanis, dan memberikan manfaat.

Koops TNI Habema meyakini keamanan yang berkelanjutan tidak dapat dibangun hanya melalui pengamanan wilayah. Kedamaian juga tumbuh ketika masyarakat merasa aman, gereja dapat menjalankan pelayanan secara bebas, anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, serta komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat dibangun atas dasar kepercayaan.

"TNI hadir untuk menjaga, membantu, dan mengabdi. Kepercayaan masyarakat tidak dapat diminta atau dipaksakan, tetapi harus tumbuh dari sikap, ketulusan, dan pengabdian yang dirasakan masyarakat sendiri," tutup Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....