UNICEF Papua Perkuat Tata Kelola UKS melalui Stratifikasi Digital

  • 10 Jul 2026 15:38 WIB
  •  Jayapura
Poin Utama
  • UNICEF dan Pemerintah Provinsi Papua menyelenggarakan sosialisasi pedoman dan orientasi pemantauan UKS/M didukung CIDCA
  • Kegiatan memperkenalkan dashboard digital stratifikasi UKS yang inovatif untuk memperkuat tata kelola kesehatan sekolah secara sistematis, terukur, dan berbasis data
  • Sekitar 60 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kota dan Kabupaten Jayapura mengikuti kegiatan ini sebagai sekolah percontohan

RRI.CO.ID, Jayapura - UNICEF Tanah Papua bersama Pemerintah Provinsi Papua menggelar Sosialisasi Pedoman dan Orientasi Pemantauan Stratifikasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026 di salah satu hotel di Kota Jayapura.

Kegiatan yang didukung oleh China International Development Cooperation Agency (CIDCA) ini, merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola kesehatan sekolah melalui pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Kegiatan tersebut mempertemukan Tim Pembina UKS/M tingkat Provinsi Papua, Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura, bersama perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah, puskesmas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pedoman terbaru UKS, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memperkenalkan sistem pemantauan melalui dashboard digital stratifikasi UKS yang dikembangkan UNICEF bersama pemerintah pusat.

Gubernur Papua, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur, Mathias B. Mano mengatakan, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang membentuk generasi Papua yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Pemerintah Provinsi Papua juga menyambut baik hadirnya pedoman terbaru UKS serta inovasi dashboard digital stratifikasi UKS yang dinilai mampu memperkuat tata kelola kesehatan sekolah menjadi lebih modern, transparan, terukur, dan berbasis data.

“Pemerintah Provinsi Papua berharap, koordinasi antara Tim Pembina UKS di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota semakin kuat sehingga implementasi UKS dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan di seluruh Papua” tutur Mathias B. Mano.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi mulai dari identifikasi permasalahan pelaksanaan UKS di Papua, sosialisasi kebijakan kesehatan sekolah, implementasi UKS berdasarkan jenjang pendidikan, hingga simulasi penggunaan dashboard stratifikasi UKS.

Dashboard digital tersebut menjadi inovasi baru dalam pemantauan kondisi UKS di sekolah. Melalui sistem ini, setiap satuan pendidikan dapat melakukan penilaian terhadap pelaksanaan UKS secara lebih sistematis, sekaligus mengetahui aspek-aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekolah.

Nutrition Officer UNICEF Tanah Papua, Dwi Kristanto (Foto: Arull)

Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF Tanah Papua, Dwi Kristanto mengatakan, pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada sosialisasi sekaligus simulasi penginputan dashboard stratifikasi UKS yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama mitra pembangunan.

Menurutnya, antusiasme para peserta, khususnya guru dan pengelola UKS, sangat tinggi karena dashboard tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pelaksanaan UKS di masing-masing sekolah.

"Dashboard ini memberikan semacam roadmap atau visualisasi yang dapat dipantau secara real time. Sekolah menjadi mengetahui apa saja yang harus menjadi tindak lanjut maupun rencana aksi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaksanaan UKS," kata Dwi Kristanto.

Ia menjelaskan, sekolah yang mengikuti kegiatan merupakan sekolah-sekolah percontohan (champion) yang dipilih dari Kota dan Kabupaten Jayapura. Masing-masing sekolah mengirimkan dua orang peserta, yaitu wakil kepala sekolah yang menangani bidang kurikulum atau kesiswaan serta penanggung jawab UKS.

Selain itu, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta organisasi perangkat daerah terkait juga dilibatkan agar hasil kegiatan dapat diteruskan kepada sekolah-sekolah lainnya melalui proses pengimbasan.

"Harapannya setelah kegiatan ini selesai, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dapat melanjutkan sosialisasi kepada sekolah lain sehingga implementasi UKS semakin luas," ungkap Dwi..

Dwi menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama beberapa waktu terakhir bermuara pada penguatan pelaksanaan UKS di tingkat satuan pendidikan. Menurutnya, UKS bukan merupakan program baru, namun selama ini pelaksanaannya sering terkendala karena belum adanya sistem pemantauan yang mampu menggambarkan kondisi sekolah secara menyeluruh.

“Dengan adanya dashboard stratifikasi, kesenjangan informasi mengenai pelaksanaan UKS diharapkan dapat diminimalkan sehingga setiap sekolah memiliki dasar yang jelas dalam menyusun langkah perbaikan,” tegas Dwi Kristanto.

Melalui kolaborasi antara UNICEF Papua, Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten/kota, kementerian terkait, dan dukungan CIDCA, diharapkan sistem pemantauan UKS yang lebih terukur dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan sekolah sehat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Papua yang unggul.

Kegiatan ini diikuti sekitar 60 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kota dan Kabupaten Jayapura, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, bersama unsur Tim Pembina UKS, dinas terkait, puskesmas, Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), serta Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....