Simak Tradisi Berbuka Puasa di Berbagai Negara
- 05 Mar 2026 06:55 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Di berbagai negara, tradisi berbuka puasa memiliki keunikan tersendiri. Melansir haibunda.com, berikut tradisi buka puasa di berbagai negara.
1. Sri Lanka
Melansir Gulf News, umat Muslim berbuka puasa dengan buah-buahan, sherbet, kanji, serta pasta beras beraroma santan. Hidangan tersebut dibumbui bawang putih, biji mustard, fenugreek, dan daun kari yang menghadirkan cita rasa khas tradisional.
2. Mesir
Di Mesir, umat Muslim berbuka puasa dengan hidangan foul medames yang dimakan bersama roti gandum dan kacang-kacangan. Mereka juga menikmati minuman khas, seperti gamar al deen dan arasyi dari aprikot kering yang direndam.
3. Maroko
Di Maroko, tradisi berbuka puasa identik dengan sup legendaris harira berbahan dasar lentil yang kaya rempah. Hidangan ini biasanya disajikan bersama telur rebus, kurma, buah ara, serta manisan madu tradisional yang manis.
4. Maladewa
Di Maladewa, masyarakat sering berkumpul setelah berbuka puasa sambil mendengarkan penyair membacakan puisi Ramadan Raivaru. Mereka juga menikmati garudhiya, hidangan ikan dengan nasi, jeruk nipis, cabai, bawang bombai, dan kukhi boakiba.
5. India
Di India, tradisi berbuka puasa atau iftar sering diselenggarakan bersama di masjid dan lingkungan masyarakat. Hidangan yang disajikan antara lain samosa, kebab, biryani, serta minuman segar, seperti sharbat dan falooda.
6. Turki
| Baca juga: Makna Imsak dalam Tradisi Puasa Ramadan |
Di Turki, tradisi berbuka puasa dimulai dengan kurma dan air sebagai pembuka sederhana yang penuh makna. Selanjutnya disajikan sup mercimek, pide Ramadan bertabur wijen, serta berbagai olahan daging seperti kebab.
7. Nigeria
Di Nigeria, berbuka puasa menjadi momen kebersamaan keluarga besar yang berkumpul untuk makan bersama. Banyak komunitas juga menyediakan makanan gratis bagi masyarakat kurang mampu, sepanjang bulan suci Ramadan.
Tradisi berbuka puasa di berbagai negara memiliki keunikan tersendiri yang dipengaruhi budaya dan kebiasaan masyarakat. Keragaman tersebut tetap menonjolkan nilai kebersamaan, berbagi, serta rasa syukur selama menjalani ibadah Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....