Makna Imsak dalam Tradisi Puasa Ramadan

  • 18 Feb 2026 21:43 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir laman mui.or.id, imsak bermakna penanda waktu menjelang subuh dalam praktik puasa Ramadan umat Muslim Indonesia. Tradisi ini sering dipahami sebagai batas kehati-hatian sebelum fajar, agar umat Muslim bersiap menyempurnakan sahur terakhir.

Dalam kajian keislaman, konsep imsak tidak secara eksplisit disebutkan dalam sunnah Nabi Muhammad saw. secara langsung. Nabi Muhammad, mencontohkan sahur hingga mendekati fajar tanpa menetapkan batas waktu imsak secara khusus.

Penetapan waktu imsak berkembang sebagai ijtihad ulama, untuk membantu masyarakat bersiap menghentikan makan dan minum saat sahur. Majelis Ulama Indonesia, menjelaskan imsak bersifat imbauan kehati-hatian, bukan penentu sah atau batal puasa secara fikih Islam.

Dalam fikih, waktu mulai puasa sebenarnya ditandai terbitnya fajar berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis sahih Nabi Muhammad. Karena itu, seseorang masih diperbolehkan sahur hingga azan subuh, selama fajar belum jelas terlihat secara kasat mata.

Meski demikian, imsak bermanfaat secara praktis melatih kedisiplinan dan kesiapan spiritual, sebelum menjalani puasa Ramadan. Pendekatan ini membantu menghindari keraguan bagi masyarakat awam, dalam menentukan batas aman sahur.

Perbedaan pandangan tentang imsak, hendaknya disikapi bijak dengan saling menghormati praktik keagamaan masing-masing berdasarkan pemahaman dalil ulama. Islam tidak mempersulit ibadah puasa, melainkan memberikan kemudahan sesuai kemampuan dan kondisi umatnya.

Memahami makna imsak, membantu umat menjalankan puasa dengan ilmu dan ketenangan. Dengan rujukan dalil yang jelas, ibadah puasa dapat dilaksanakan lebih yakin, sah, dan penuh keberkahan lahir batin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....