Iftar: Tradisi Berbuka Puasa Penuh Makna Spiritual

  • 19 Feb 2026 11:17 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Iftar, adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada kegiatan berbuka puasa, setelah terbenamnya matahari saat bulan suci Ramadan. Tradisi iftar bukan sekadar makan, tetapi momen spiritual untuk bersyukur memperkuat iman dan kebersamaan dalam keluarga Muslim.

Melansir nabawimulia.co.id, dalam ajaran Islam, iftar dianjurkan disegerakan, sebagai bentuk ketaatan mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw. Rasulullah mencontohkan berbuka dengan makanan sederhana, seperti kurma dan air sebagai simbol kesederhanaan hidup.

Selain berbuka, terdapat beberapa sunnah iftar yang dianjurkan untuk meningkatkan nilai ibadah puasa umat Islam. Membaca doa sebelum berbuka, menjadi amalan penting sebagai wujud penghambaan dan pengharapan kepada Allah Swt.

Memberi makan orang berpuasa, juga termasuk sunnah mulia yang mendatangkan pahala besar berlipat ganda. Amalan ini memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan rasa empati dalam kehidupan bermasyarakat umat Islam.

Iftar sering dijadikan momen berkumpul keluarga, untuk mempererat hubungan setelah aktivitas seharian berpuasa dengan suasana penuh kehangatan. Kebersamaan saat iftar, menciptakan suasana harmonis yang mendukung ketenangan jiwa dan pikiran bagi seluruh anggota keluarga.

Dalam praktiknya, iftar tidak harus mewah karena esensinya terletak pada niat dan kesyukuran hati yang tulus dan ikhlas. Kesederhanaan dalam berbuka puasa, mencerminkan ajaran Islam yang menekankan keseimbangan dunia dan akhirat bagi kehidupan manusia.

Memahami makna iftar dan sunnahnya, membantu umat Islam menjalani Ramadan dengan lebih bermakna penuh kesadaran iman dan konsisten. Dengan mengamalkan sunnah iftar, puasa tidak hanya menahan lapar tetapi memperkaya spiritualitas jiwa dan kedekatan kepada Allah Swt.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....